alexametrics

Rumitnya Menemukan Sugar Glider si Mata Ruby

22 November 2020, 19:30:54 WIB

Sugar glider putih bermata merah itu bergerak lincah di tangan dan bahu Alvian Rakaciwi. Satwa nokturnal berusia 6 bulan itu sedikit lebih besar dari genggaman tangan dia. Meski ciri-ciri fisiknya mirip sugar glider albino, ternyata itu sugar glider jenis ruby leu.

BULU sugar glider ruby leu itu putih gading, alias mirip genetika indukannya, leucistic. Dari jenis itu pula nama leu disematkan. Sedangkan bulu sugar glider albino putih bersih. Warna bola mata ruby leu merah gelap. Sedangkan mata albino merah cerah.

Bulu putih dan mata merah pada sugar glider albino tercipta karena kurangnya pigmentasi, seperti pada satwa lain. Sedangkan bulu putih dan mata merah pada ruby leu bukan karena pigmentasi. Tapi dari hasil perkawinan silang genetika campuran (combomorph) yang rumit dan butuh waktu lama.

’’Genetika albino pada sugar glider itu genetika yang berdiri sendiri. Kalau ruby leu, jelas genetikanya gabungan, antara indukan creamino dengan leucistic,” ungkap Alvian yang menjadi koordinator Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Regional Surabaya.

Ciri fisik creamino di antaranya warna bulunya yang krem dan corak garis avatar di kepalanya. Matanya merah gelap, seperti ruby. Sedangkan leucistic cenderung punya mata hitam pekat. Bulunya putih gading sehingga agak kekuningan. Namun, untuk mendapatkan ruby leu, tidak bisa begitu saja mengawinsilangkan antara creamino dengan leucistic. Sebab, bisa jadi yang lahir sugar glider jenis white face atau grey classic.

Alvian menceritakan, sugar glider ruby leu miliknya itu hasil perkawinan silang antara leucistic jantan yang membawa gen creamino dengan grey classic betina yang membawa gen leucistic plus creamino. Ketika mereka kawin kali pertama, lahirlah si ruby leu itu. Namun, ketika mereka kawin lagi, ternyata lahir sugar glider white face.

Perawatan sugar glider ruby leu nyaris sama dengan jenis lainnya. Makanan ia seperti melon dan pepaya. Hindari makanan yang mengandung bawang, pemanis buatan, gula, dan garam agar tidak keracunan. Sisipkan menu lain seperti serangga atau ulat, untuk variasi makanan si ruby leu. Harga ruby leu per ekornya sekitar Rp 8 juta, untuk sugar glider yang berusia 2 bulan.

Alvian menjelaskan, belum banyak sugar glider ruby leu di Indonesia. Para breeder di Surabaya, misalnya, sudah melakukan percobaan perkawinan silang combomorph ini sejak 2016. Dari percobaan tersebut, sugar glider ruby leu baru lahir tahun ini atau perlu empat tahun. Kawin silang antargen tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang. ’’Cuma bedanya, kembali lagi pada yang memelihara. Apakah dia itu hanya melihat SG (sugar glider) dari warna kulit dan matanya saja, atau juga dari silsilah genetikanya,” kata Alvian.

MENGAWINKAN SUGAR GLIDER

  • Usia sugar glider sudah dewasa. Jantan sekitar empat bulan, sedangkan betina enam bulan.
  • Satukan jantan dan betina dalam satu kandang. Mereka secara alami bisa kawin sendiri.
  • Penghobi sering mengawinkan sugar glider berbeda jenis untuk mendapatkan varian baru. Biasanya didasarkan pada warna bulu dan warna mata.
  • Misalnya, indukan creamino dan leucistic yang dikawinkan bisa menghasilkan keturunan ruby leu. Tapi, dengan kawin silang sampai berkali-kali silang genetika.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : rin/c17/jun



Close Ads