alexametrics

Scindapsus Cocok Hiasi Dinding Taman Indoor

Si Tahan Banting yang Bisa Tumbuh Merambat
22 Februari 2021, 06:32:43 WIB

Geliat pandemic planter –sebutan bagi yang mulai bergiat menanam saat pandemi melanda– kian meluas. Jenis tanaman yang dicari pun makin variatif, disesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari, bujet, hingga kondisi rumah.

VALENTIA Christina, salah seorang planter di Surabaya, mengungkapkan bahwa salah satu tanaman yang masih tinggi peminat berasal dari genus Scindapsus. Jenis tanaman tersebut dicari karena desain coraknya yang cukup beragam. Daun-daunnya tak terlalu besar, tetapi punya ciri khas bisa tumbuh merambat. Sebagai tanaman hias, Scindapsus dapat memberikan sentuhan tambahan di banyak area rumah.

”Scindapsus itu tahan banting,” kata pendiri Green Garden Surabaya tersebut. Ia bisa beradaptasi dengan kondisi sinar matahari yang rendah maupun tinggi. Jadi, jika ingin membuat taman mini di dalam rumah, Scindapsus juga bisa menghiasi dinding taman indoor. Variasinya banyak muncul dari wilayah Kalimantan dan Sumatera. Jadi, ia tak terlalu susah beradaptasi seperti tanaman impor yang kebanyakan dicari.

Tanaman dengan permukaan daun halus yang kerap disebut daun satin itu juga cukup ramah di kantong. Misalnya, tiga jenis yang dimiliki Valentia dan partnernya, David Bernardo. Scindapsus argyraeus dengan kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 55 ribu per daun. Scindapsus silver splash dihargai mulai Rp 50 ribu sampai Rp 120 ribu per daun.

Jika ingin lebih mahal, kolektor bisa membeli jenis Scindapsus silver lady. Harganya bisa mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per daun. Tentu banderol tersebut bergantung dengan ukuran daun yang sudah tumbuh, kondisi kesehatannya, dan harga pasaran di setiap wilayah. ”Mayoritas Scindapsus ini berwarna silver dan tampilannya juga menarik,” ujar Valentia.

Secara umum, perawatan Scindapsus tak terlalu rumit. Penyiraman bisa dilakukan 3–4 hari sekali pada media tanam. Scindapsus tak butuh kadar kelembapan khusus dan bebas diletakkan di mana saja. Saat penyiraman, wajar jika sebagian media tanam keluar perlahan dari pot.

Lama-kelamaan media tanam akan habis dan digantikan dengan akar-akar yang terus berkembang. ”Nah, kalau sudah begitu, perlu pindah ke pot yang lebih besar. Istilahnya sudah root-bound,” jelasnya.

Saat penyiraman, sebaiknya pemilik juga melakukan cek hama. Apalagi jika kondisinya cukup rapat antara satu pot dan pot lainnya. ”Hama ini mudah sekali menyebar. Makanya, kalau koleksinya banyak, harus rajin ngecek satu-satu,” tutur Valentia.

Hama bisa dilihat di lapisan daun dan kadang berupa bercak-bercak putih. Sebaiknya hama segera dibersihkan. Pemilik juga harus peka dengan kondisi daun dan batang, apakah ada tanda-tanda layu atau kering yang tak wajar. Bisa jadi, ada hama yang menyerang bagian akar tanaman.

Baca juga: Tanaman Hias Bukan Sekadar Pelengkap Hiasan

 


MERAWATNYA TAK SULIT

  • Bisa diletakkan di dalam rumah dengan kondisi lowlight.
  • Penyiraman dilakukan 3–4 hari di media tanam hingga basah.
  • Bisa ditumbuhkan dengan merambat pada tiang atau dinding.
  • Kebutuhan pupuk tidak terlalu banyak.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : dya/c14/nor




Close Ads