alexametrics
Parrotfish, si Penjaga Kelanggengan Ekosistem

Produsen Pasir Putih yang Tetap Cantik di Akuarium

21 November 2021, 09:25:14 WIB

Nama parrotfish didapat dari bentuk bibirnya yang mirip burung kakaktua. Di habitat aslinya, ikan kakaktua berperan penting menjaga stabilitas ekosistem karena memakan alga pada permukaan terumbu. Di akuarium, ikan ini menjadi favorit penggemar ikan laut karena kombinasi warnanya yang mencorong.

—————————————————————————————————————————————–

PENGHOBI ikan hias air laut asal Gubeng Stevanus Sugiarto mengakui bahwa kakaktua laut menjadi salah satu ikan favoritnya. ’’Warnanya itu menarik, ya. Kombinasinya hidup sekali,’’ ujar Stevanus saat ditemui dua pekan lalu.

Dia mengungkapkan, di habitat aslinya, ikan itu merupakan kelompok besar spesies yang hidup di dasar laut serta menghuni perairan dangkal tropis dan subtropis di seluruh dunia.

Ikan tersebut hidup di sekitar terumbu karang, koral, dan bebatuan laut. Karena itu, ketika ikan dimasukkan ke tangki atau akuarium, lebih baik tidak meletakkan koral hidup.

’’Nggak cocok. Giginya tajam bisa makan koral. Kan ditotol-totolin tuh sama mulutnya,’’ ungkapnya. Lebih cocok jika ikan kakaktua diberi dead rock dan terumbu karang dengan berbagai model.

Itu mampu membuat suasana akuarium mirip dengan habitat aslinya.

Satu lagi yang unik dari ikan kakaktua. Mereka bisa menghasilkan pasir putih melalui kotorannya. ’’Itu dari hasil makan alga kan. Mungkin hasil olahan secara biologis di dalam tubuhnya, gitulah,’’ paparnya.

Di akuarium milik Stevanus, terdapat jenis stoplight parrotfish. Ikan tersebut berukuran sedikit lebih besar dengan tubuh tegap memanjang. Ciri khasnya ada di bagian kepala yang bulat dan tumpul.

Soal penghasil pasir putih itu, ikan tersebut merupakan spesies atau organisme yang melakukan aktivitas di sekitar terumbu karang.

Saat siang, mereka sangat aktif. Sementara itu, saat malam, mereka bersembunyi di balik karang untuk tidur.

Bahkan, sebagian ada yang membangun semacam jejaring dengan menggunakan liurnya untuk melindungi dirinya dari predator.

Ikan Kakaktu atau parrotfish. (Alex Qomarulla/Jawa Pos)

Beberapa sumber menyebutkan bahwa dalam semenit, ikan tersebut dapat makan sampai 20 kali.

Menurut ahli biologi kelautan dari Konsultan Lingkungan SWCA Hawaii Ling Ong, mengutip dari Science Alert, ikan kakaktua dewasa dapat memproduksi pasir putih hingga 800 pon atau setara 362 kilogram dalam setahun.

Meski begitu, Ling Ong menambahkan, tak semua pasir laut diproduksi ikan. Sebab, pasir laut bisa jadi terbentuk dari pecahan batu yang terkikis selama ribuan atau bahkan jutaan tahun.

Bergantung pada lokasi dan kondisi laut.

Stevanus mengungkapkan, di beberapa belahan dunia, ikan air laut itu dijadikan sebagai ikan konsumsi. Meski begitu, sepatutnya ikan tersebut diposisikan sebagai hewan yang harus dilindungi karena merupakan salah satu spesies ikan penjaga ekosistem laut.

’’Mungkin ini bisa menjadi pelajaran dan tetap dilestarikan. Di pasar, harganya murah. Ukuran kecil saja Rp 80 ribu,’’ pungkasnya.

Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti sampai pernah berkomentar tentang konsumsi ikan kakaktua itu.

Perempuan yang juga dikenal sebagai aktivis kelestarian laut Indonesia tersebut menyatakan, ikan kakaktua sebaiknya dijadikan opsi terakhir jika ikan laut jenis lain yang populasinya berlimpah tidak tersedia.

’’Kalau adanya ikan ini, ya apa boleh buat… tapi kalau ada jenis ikan lain, ya lebih baik,’’ tulis Susi melalui akun Twitter miliknya.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : zam/c12/cak




Close Ads