alexametrics

Ikan Koki Juga Perlu Njamu

18 Oktober 2020, 17:48:12 WIB

Siapa yang kenal ikan mas koki? Bahkan, orang-orang yang hobi ngomel biasanya dijuluki ’’mulutnya seperti ikan koki’’. Ikan dengan postur bantet dan menggemaskan itu tak pernah kehilangan pesonanya di kalangan penghobi ikan hias. Sekarang, variasi koki makin banyak.

Saking kondangnya si mas koki sejak zaman baheula, banyak orang awam dan penghobi yang memulai memelihara ikan hias dengan membeli Carassius auratus auratus. Sebab, dalam sejarahnya, koki merupakan salah satu ikan air tawar yang kali pertama berhasil didomestikasi alias dibudidayakan oleh manusia.

Selain kaya dengan warna, koki juga memiliki bentuk tubuh yang unik dan beragam. Ada yang berjambul lebat, bermata balon, atau bertubuh sangat bulat mirip bola golf.

Seorang penghobi asal Surabaya, Pratama Putra Wardana, mengisahkan pengalamannya saat kali pertama memutuskan memelihara koki. Pria 35 tahun itu masih ingat betul ketika pergi ke pasar ikan. Seorang pedagang menipunya dengan mengatakan bahwa ikan yang dijualnya itu jenis ryukin. Padahal, aslinya oranda. Maklum newbie, Pratama asal percaya saja.

’’Namanya juga belum tahu. Akhirnya dibeli aja,’’ katanya, lantas terbahak. Dia memilih koki setelah pensiun dari memelihara kucing. Yang membuatnya kesengsem dengan koki adalah keunikan bentuk wen (jambul) pada jenis oranda.

Beberapa penelitian menyebutkan, ikan mas koki tergolong mudah beradaptasi. Ia dapat hidup dengan baik di kolam, bak kecil, maupun akuarium. Juga, bisa berkembang dalam suhu 18–32 derajat Celsius. Tidak boleh terlalu dingin.

Menurut Pratama, problem mendasar dalam memelihara koki di akuarium adalah kondisi air yang harus selalu bersih. Karena itu, akuarium mesti didukung filtrasi yang memadai. ’’Ikan ini kan berlendir. Kalau lendirnya banyak, air akan keruh. Pasti kadar amonianya juga tinggi,’’ jelas pria yang memelihara goldfish sejak 2018 itu. ’’Itu juga yang jadi stigma kalau goldfish gampang mati. Padahal ya tidak. Perlu dipahami dulu tentang filtrasi,’’ imbuhnya.

Dia memasang aerator AC/DC yang secara otomatis berpindah ke mode DC ketika listrik padam. Lalu, kembali otomatis ke AC saat listrik menyata. Tiga tank miliknya, satu megatank berukuran 3 x 2 x 1,75 meter dan dua tank semi-paludarium, selalu dilengkapi aerator itu. ’’Agar (aliran air) lebih smooth. Kan koki nggak suka arus. Output airnya pakai mode jamur. Sejauh ini cukup efektif,’’ ungkap pemilik Wiyung Goldfish tersebut.

Pemberian pakan juga perlu diperhatikan. Tidak selalu harus banyak. Menurut Pratama, pakan untuk ikan mas koki sedikit-sedikit saja, yang penting habis. Sebab, jika terlalu banyak dan makanan tersisa, kadar amoniak pada air menjadi berlebih. Beberapa jenis makanan adalah pelet, cacing darah, dan cacing sutra.

Selain itu, agar kondisi ikan tetap baik, dia membuat ramuan herbal dari beberapa jenis empon-empon yang dilarutkan dengan air. Ramuan itu diberikan secara berkala. ’’Memangnya manusia saja yang njamu? Mereka (koki) juga iya. Itu ampuh mengobati dan mencegah penyakit,’’ ucapnya, lantas tertawa.

Hingga kini, Pratama telah mengoleksi ratusan ikan mas koki dari berbagai jenis. Mulai oranda, demekin, ryukin, sampai ranchu. Ada juga jenis ikan mas koki ekor panjang dan klasik. Bersama adiknya, Dimas Raditya Pratama, bisnis ikan mas koki milik Pratama semakin berkembang.

Meski sudah memiliki jaringan baik dengan petani ikan tersebut di Tulungagung, keduanya tetap melakukan breeding secara mandiri. Hal itu dilakukan untuk memperbaiki kualitas garis keturunan ikan dan melahirkan jenis-jenis baru. Bagi Pratama, itu butuh waktu dan eksperimen yang sangat teliti.

Proyek breeding yang dilakukan saat ini adalah pemijahan jenis oranda. ’’Ini beda line dan genetik. Udah berjalan sih, tinggal nunggu saja,’’ ujarnya.

Skema pemijahan kali ini dibuat standar. Satu jantan dengan satu betina. Untuk oranda jantan, dipilih yang berpostur proporsional. Terutama bodi, kepala, wen, dorsal, sirip bawah, dan ekornya. Untuk betina, dipilih dari genetik yang bagus dan berukuran lebih besar.

Filtrasi Adalah Kunci

Sebelum memutuskan memelihara koki, siapkan akuarium lengkap dengan sistem filterisasi jauh-jauh hari. Barulah membeli ikan yang diinginkan. Jangan terbalik.

’’Biarkan air di akuarium itu berotasi tanpa ikan dulu beberapa hari. Baru masukkan ikannya,’’ kata Pratama Putra Wardana. Sistem filtrasi yang ideal harus menerapkan beberapa mekanisme. Yakni, mekanikal dan biologis. Keduanya disusun rapi dalam lalu lintas air sebelum masuk ke akuarium.

Dia menjelaskan, ada beberapa perangkat yang diperlukan dalam mekanisme mekanikal. Di antaranya, jaring nelayan, matala, dan spons. Sementara itu, untuk mekanisme biologis, dibutuhkan bio ball dan karang jahe. Ditambah sinar UV atau ultraviolet. Untuk tank miliknya, dia membuat filtrasi sendiri yang berbentuk tabung setinggi setengah meter.

Tabung itu dibagi menjadi empat bagian. Bagian pertama diisi mekanikal jaring nelayan. Kedua, ada bagian biologis untuk menempatkan bio ball dan karang jahe. Ketiga, ada bagian mekanikal matala dan spons. Terakhir, sebelum air masuk ke akuarium, letakkan sinar UV. ’’Kenapa UV di bagian akhir? Supaya bakteri-bakteri yang tersisa itu mati dan akuarium bisa jenih,’’ paparnya.

Dia mengungkapkan, di pasaran juga ada filtrasi dengan mode talang yang sudah terbagi jadi empat bagian. Pemula yang ingin memelihara ikan mas koki dapat membeli dan menggunakan filter tersebut. Setelah filtrasi rampung, barulah menyediakan tank dengan ukuran standar. Misalnya, 60 x 30 x 30 sentimeter. Ukuran itu cukup untuk diisi 4–5 ikan dengan ukuran minimal 12 sentimeter. Jangan lupa menyediakan heater untuk menjaga suhu tetap normal.

Untuk air, Pratama tak menyarankan penggunaan air PDAM di awal waktu. Minimal diendapkan dulu 1 x 24 jam. Atau, kalau ingin lebih aman, sebaiknya pakai air isi ulang atau air sumur. Menurut dia, tantangan awal dalam memelihara ikan mas koki ada pada air dan filter. Jika dapat melewati fase itu, selanjutnya akan lebih mudah.

Dia juga menyarankan untuk menghadirkan teman untuk ikan mas koki. Yakni, ikan layar. Nanti, ikan layar dapat memakan kutu jarum yang menempel di tubuh koki. Alhasil, terjadi simbiosis mutualisme antara ikan-ikan di akuarium. Menantang, kan?

JENIS KOKI YANG PALING POPULER

  • Oranda
  • Ranchu
  • Ryukin

JENIS KOKI TERMAHAL

  • Lionchu. Harganya mencapai Rp 15 juta bahkan lebih.

VARIAN BARU KOKI

  • Oranda Thailand dengan rose tail dan orchid tail.
  • Oranda rose tail bermata demekin.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c18/cak




Close Ads