alexametrics

Mengenal Bulbophyllum Dodikii, Si Lidah Ungu yang Tak Rewel

18 Juli 2021, 17:08:20 WIB

Tahun lalu, Bulbophyllum dodikii resmi diregistrasikan di jurnal anggrek Jerman Die Orchidee. Anggrek tersebut merupakan ”penghuni” dataran rendah. Meski demikian, ia tergolong luwes beradaptasi. Kuncinya, media tanam yang tepat dan cukup penyiraman.

DODIK Yulianto menceritakan, dirinya mulai mengetahui Bulb. dodikii sekitar dua tahun lalu. Anggrek tersebut kali pertama ditemukan di Lereh, dataran rendah dengan ketinggian 400–800 mdpl di timur laut Papua. ”Anggrek ini punya labellum atau bagian lidah yang khas. Ungu totol-totol dan cukup besar,” ungkapnya. Karena penampilan yang unik dan jarang dilihat, foto-foto anggrek itu diunggah Dodik di komunitas anggrek di Facebook.

Unggahan tersebut menarik perhatian William Cavestro, ahli botani asal Prancis. Cavestro melakukan penelitian asal turunan spesies anggrek tersebut hingga menyematkan nama Bulb. dodikii yang didedikasikan buat Dodik yang aktif mengenalkan anggrek tersebut di forum media sosial.

Dalam risetnya, Cavestro mengungkapkan, anggrek endemik Papua itu masih merupakan kerabat dekat Bulb. chrysoglossum yang kali pertama ditemukan pada 1905. Pembedanya, bagian labellum yang cembung dan memiliki garis memanjang di tengah serta sepal berwarna ungu cerah yang panjang.

Menurut Dodik, Bulb. dodikii merupakan spesies alami. Artinya, spesies itu mutasi alami, bukan hasil persilangan manusia. Pemilik nursery Surabaya Orchid itu menyatakan, umumnya anggrek koleksi –bukan hasil budi daya– membutuhkan perawatan ekstra. ”Harganya juga relatif mahal. Yang punya biasanya kolektor atau udah lama ’main’ anggrek,” ungkapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fam/c13/nor

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads