alexametrics

Makin Tren, Abadikan Momen Traveling Lewat Fotografi Udara

18 Juli 2019, 14:35:43 WIB

JawaPos.com – Beberapa tahun belakangan, kehadiran drone menjadi fenomena di dunia fotografi dan sinematografi. Dengan kemampuannya mengudara, drone memberikan perspektif baru yang selama ini tak bisa dijangkau lensa.

Alhasil, drone menjadi tren yang semakin diminati para pemburu visual demi mendapatkan gambar dengan lanskap yang luas dan berkesan megah. Drone juga menjadi andalan para traveler untuk mendokumentasikan panorama yang lebih indah.

Dalam gelaran workshop and competition yang keempat tahun ini di Kota Surabaya, Lensa Academy 2019 mengangkat tema Beyond Fly & Shoot yang mengulas semua hal berkaitan dengan fotografi udara menggunakan drone. Pada proses kompetisi Lensa Academy yang merupakan fasilitas bagi para pegiat seni audio dan visual, ratusan peserta dibawa ke kompleks wisata Pagoda Tian Ti yang terletak beberapa kilometer dari lokasi workshop.

Di tempat itu, mereka diminta unjuk kemampuan dalam mengendalikan drone dan juga merekam lanskap area wisata itu dengan angle-angle yang unik dan kreatif. Setelah seluruh peserta mendapatkan kesempatan, mereka diminta segera melakukan editing sehingga menghasilkan video berdurasi 1 menit.

“Mulai dari yang basic yaitu teknik mengemudikannya, hingga yang lebih expert yakni mengeksplorasi kemampuan dan fitur drone untuk mendapatkan tangkapan visual yang baik dan menarik,” ungkap Pakar Drone Irwan Baidowi atau lebih akrab disapa One Glove dalam keterangan tertulis, Kamis (18/7).

Dengan pengalamannya, One Glove berbagi ilmu seputar teknik mengemudikan drone. Seperti diketahui, teknik mengemudi drone menjadi hal yang sangat critical dalam fotografi dan sinematografi udara. Sementara itu, Pakar Drone lainnya, Ganang Aditama mengulik lebih dalam lagi tentang creative shoot menggunakan drone.

“Di dunia audio visual, ada istilah man behid the gun. Drone itu bukan cuma diterbangkan lalu ngambil gambar begitu saja. Peserta juga harus memahami sisi creative shoot sehingga mereka bisa memaksimalkan alat yang mereka punya,” kata Ganang Aditama menjelaskan.

Hasilnya, terpilihlah tiga peserta yang terbaik yaitu Danang Firmansyah (Juara 1), Adi Prasetyo (Juara 2), dan Harley MT (Juara 3). Perwakilan dari Lensa Academy Albert Tampemawa menuturkan, rangkaian Lensa Academy 2019 yang merupakan bagian dari program lensa Community ini didedikasikan bagi para pecinta seni audio visual yang haus akan ilmu demi mengembangkan bakat mereka di bidang audio dan visual.

“Lensa Academy merupakan fasilitas bagi para pegiat seni audio dan visual untuk menggali lebih dalam keterampilan dan bakat mereka seiring dengan perkembangan tren dan teknologi. Sehingga, workshop yang diberikan pun bersifat up to date dan variatif karena kami ingin mengulik secara detail tentang seluk beluk seni audio visual itu sendiri,” tutur Albert.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Close Ads