alexametrics

Peminat Anggrek Alam Hutan Indonesia Meningkat, Pasar Ekspor pun Besar

16 September 2019, 20:21:50 WIB

JawaPos.com – Bunga anggrek memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Kembang cantik itu mempunyai keanekaragaman bentuk, ukuran, warna, dan corak yang khas. Malahan, diperkirakan ada 5000 spesies anggrek tersebar di hutan-hutan seluruh Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Seperlima dari total plasma nutfah anggrek dunia berada di Indonesia, termasuk beberapa jenis anggrek lokal yang tergolong langka seperti anggrek hitam Kalimantan dan anggrek Papua. Anggrek spesies merupakan titik tolak produksi hasil silangan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Keanekaragaman anggrek spesies yang terdapat di Indonesia berpotensi sebagai induk silangan.

Sementara dendrobium merupakan salah satu anggrek yang bunganya dipakai sebagai bunga potong. Bunga ini tahan segar dalam waktu cukup lama walaupun sudah terpisah dari tanamannya. Penampilannya pun menarik sebagai hiasan.

Anggrek biasanya digunakan untuk berbagai macam acara seperti upacara keagamaan, pesta, seremoni, dekorasi rumah sekaligus sebagai bunga ucapan. Setiap tahun banyak hasil silangan jenis baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak diminati oleh para kolektor sebagai anggrek alam hutan Indonesia. Tidak kalah pentingnya, anggrek Indonesia sudah banyak didaftarkan oleh pelaku usaha di Royal Horticultural Society yang merupakan organisasi international khususnya untuk bunga.

Lembaga penelitian dan nursery dalam negeri sudah mampu mengembangkan varietas baru berdaya saing kuat dengan varietas impor. Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) hingga kini sudah mendaftarkan 25 varietas anggrek potensial.

Manajer PT Merlimba Sentra Agrotama, Hadi Hidayat mengatakan, untuk satu polybag anggrek dapat dijual antara Rp 100 – 180 ribu, tergantung jumlah bunga dan ukurannya. Dendrobium berwarna merah dan putih saat ini menjadi anggrek favorit.

“Pada intinya, bisnis bunga saat ini makin berkembang di Indonesia, permintaan pasar lokal juga tinggi dan membawa banyak keuntungan,” ujar Hadi sebagaimana dikutip dari FAJAR (Jawa Pos Group), Senin (16/9).

Dari data yang diperoleh pada 2018, tidak kurang dari 160 ribu batang dan pada 2019 (per Agustus) tidak kurang dari 70 ribu batang Surat Izin Pengeluaran (SIP) benih anggrek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura. Beberapa negara tujuan ekspor, antara lain, Jepang, Tiongkok, Taiwan, dan Thailand.

Salah seorang pelaku usaha anggrek yang sukses, terutama Dendrobium, Dedek Setia Santoso menyebut bahwa bisnis usaha anggrek sangat menjanjikan karena peluang ekspor masih terbuka luas. Peminat dan penikmatnya juga selalu bertambah.

“Dengan begitu luasnya peluang untuk ekspor anggrek tentunya harus didukung oleh regulasi yang mendukung untuk usaha tersebut,” ujar Dedek.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads