Para Petualang yang Hobi Menyelami Keindahan Gua-Gua Nusantara

Jadikan Cave Diving Daya Tarik Wisata
15 Januari 2023, 18:06:31 WIB

Sebagai negara kepulauan, Indonesia punya begitu banyak pesona alam. Salah satunya adalah gua. Selain yang bisa dieksplorasi di atas permukaan tanah, sebagian gua menuntut upaya ekstra untuk dijelajahi lewat penyelaman.

“DI dalam gua tersimpan kekayaan bangsa dan negara,” ungkap Sarah Diana Oktavia kepada Jawa Pos. Ada stalaktit, stalagmit, dan formasi bebatuan alam yang menawan. Ada pula fosil binatang, koin kuno, dan gerabah yang bisa ditelusuri umurnya. Jejak-jejak peradaban itu hanyalah sekelumit kekayaan yang Diana ceritakan pekan lalu.

Masih ada banyak pesona yang bisa dieksplorasi dari penyelaman di dalam gua. Terutama, pengalaman yang tidak akan bisa diungkapkan lewat kata-kata. Air gua yang menenangkan membuat Diana semakin mengenal dirinya dengan baik. Dalam keheningan, yang terdengar hanya napasnya sendiri. Dia pun seakan-akan bisa mendengar suara hatinya. Sensasi itulah yang membuat salah satu cave diver Indonesia tersebut ketagihan menyelami gua.

Namun, cave diving bukan sekadar menyelam. Untuk bisa menguak keindahan gua di dalam perut bumi, para penyelam harus punya skill khusus. Itu disebabkan formasi bebatuan pembentuk gua tidak selalu mudah untuk dilewati. Banyak rute yang ekstrem. Celah sempit, kelokan tajam, atau stalaktit dan stalagmit yang kelewat runcing adalah tantangan yang tidak mudah ditaklukkan.

Karena itulah, sebelum mendaku dirinya sebagai cave diver, Diana harus lebih dulu lulus ujian kecakapan. ”Setidaknya ada lima skill yang harus bersertifikat,” ujarnya. Tidak mudah bisa mendapatkan sertifikat-sertifikat yang dia sebutkan. Sejauh ini, jumlah cave diver bersertifikat di Indonesia tidak lebih dari 20 orang.

Yang membedakan cave diving dengan petualangan selam lainnya adalah kemampuan penyelam untuk mengusung dua tabung oksigen. Jika penyelaman biasa menggunakan satu tabung oksigen di punggung, teknik dua tabung atau sidemount diver itu mengusung dua tabung di samping badan penyelam.

Mengapa harus bawa dua tabung oksigen? ’’Sebab, harus memiliki cadangan untuk kondisi darurat,” jelas Diana.

Ya. Cave diving termasuk aktivitas rekreasional yang ekstrem. Karena itu, mereka yang menggelutinya memang harus punya kecakapan mumpuni. Diana misalnya. Dia mengantongi sebelas sertifikat kemampuan menyelam. Yakni, open water, advance open water, rescue diver, PADI sidemount diver, razor sidemount diver, dan self reliant diver. Ditambah lagi enriched air diver, cavern diver, equipment specialist, dive master, dan full cave diver.

Untuk mendapatkan sertifikat-sertifikat itu, Diana harus menjalani ujian di Meksiko. ”Intinya adalah survival saat menyelam di gua,” terangnya. Gua pertama yang dia jelajahi adalah Tajma Ha di Meksiko. Dia mengeksplorasi gua yang menjadi lokasi favorit para cave diver dunia itu bersama Bona Palma.

KEDALAMAN 4 METER: Bona Palma menjelajahi Gua Halimin, Buton Utara, Sulawesi Tenggara. (CHONG WAN TONG UNTUK JAWA POS)

Bona, lanjut Diana, adalah cave buddy atau teman menyelamnya. Dalam cave diving, para penyelam wajib punya cave buddy. ”Amit-amit. Kalau ada apa-apa, minimal ada teman yang bisa membantu. Untuk menyelam biasa pun harus ada cave buddy,” urainya.

Indonesia, menurut Diana, punya banyak gua bawah tanah yang eksotis. Karena itu, sebagai cave diver, dia punya mimpi besar untuk menjadikan negerinya kiblat cave diving dunia. Itu akan menjadi daya tarik wisata dan mendatangkan devisa. ”Seperti yang di Meksiko. Perekonomian masyarakatnya meningkat karena cave diving,” urainya.

Karena tidak punya banyak cave diver dan potensi wisata penyelaman gua belum terjamah, Diana khawatir Indonesia akan kecolongan. Dari 15 gua yang pernah diselaminya, beberapa tidak punya nama. ’’Takutnya orang asing datang, lalu mengklaim sebagai penemu, lalu bikin kemasan wisatanya. Sudah banyak destinasi wisata di sini yang kepemilikannya asing,” keluhnya.

Tentang gua-gua yang keindahannya harus dikuak lewat petualangan air itu, Diana menegaskan bahwa penduduk lokal tahu banyak. Dia dan Bona pun selalu meminta penduduk lokal menjadi pemandu. Maka, yang perlu dilakukan pemerintah hanyalah merangkul masyarakat setempat dan bekerja sama dengan komunitas penyelam gua untuk membuat kemasan wisatanya.

Saat ini Diana sedang giat memetakan gua-gua di Indonesia. ”Mana gua yang layak untuk cave diving dan tidak,” ujarnya. Pendataan itu juga dilengkapi dengan identitas fisik gua. Termasuk, berapa kedalaman airnya serta jalur eksplorasinya. Semoga lancar ya, Diana!

PETULANGAN EKSTREM: Sarah Diana Oktavia menyelami keindahan Gua La Pahia, Buton Tengah, Sultra. Persiapan matang diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. (CHONG WAN TONG UNTUK JAWA POS)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c6/hep

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads