alexametrics

Potret Satwa, Jangan Bikin Ia Depresi

14 Oktober 2019, 13:24:54 WIB

JawaPos.com = Melihat binatang bersenang-senang di habitatnya atau berinteraksi dengan hewan lain adalah momen yang paling menarik untuk diabadikan dalam sebuah foto. Pemandangan itu bisa didapat jika hewan tersebut mampu bergerak bebas. Tanpa batas pagar atau kandang yang mengekang.

Hal itu diungkapkan fotografer Ryan Boedi kemarin (12/10) di Taman Safari Prigen, Pasuruan. Boedi tengah menjadi juri dalam Road to International Animal Photo Contest (IAPC) yang diadakan Taman Safari Indonesia. Sekitar 168 fotografer dari berbagai kota di Jawa Timur ditantang untuk mengambil foto dari satwa Australia seperti wallaby, kanguru, burung emu, hingga wombat.

Menurut Boedi, tingkah laku dan ekspresi satwa merupakan daya tarik animal photography. Dalam animal photography, satwa harus tampak nyaman dengan lingkungannya. Itulah yang menjadi tantangan. Para fotografer harus pintar-pintar menangkap momen. Plus memahami kondisi tersebut.

Misalnya, saat kemarau begini, fotografer harus tahu satwa jenis tertentu akan nyaman dalam lingkungan seperti apa. ’’Juga, hindari membuat binatang depresi,’’ katanya. Caranya bagaimana? Harus ada teknik pendekatan satwa yang tepat. Misalnya, tidak mengambil foto dalam jarak yang terlalu dekat atau membuat mereka tidak nyaman. Juga, tidak boleh pose membidik yang menakut-nakuti mereka.

Hasil jepretan dalam animal photography bisa digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan perawatan satwa. Hal itu sesuai dengan misi program International Animal Photo Contest (IAPC) yang diadakan Taman Safari Indonesia setiap tahun. ’Setiap satwa memiliki ceritanya sendiri, tidak hanya berupa gambar, foto juga harus bercerita,’’ tambahnya.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia Frans Manansang menyatakan, pihaknya ingin menggugah kesadaran masyarakat mengenai pelestarian lingkungan hidup, satwa, dan lebih menyayangi satwa. ’’Awal mulanya sejak 1990 kontes ini diadakan. Kini semakin berkembang dan bisa terus menggugah masyarakat,’’ jelasnya. Final IAPC diselenggarakan pada November.

Menurut Frans, konservasi hewan tidak bisa dikerjakan sendiri. Butuh dukungan dari masyarakat luas untuk menjaga kelestarian hewan. Terlebih menjaga satwa langka di Indonesia. Karena itu, Taman Safari Indonesia pun terus mengadakan pelestarian lingkungan untuk memperluas biota satwa.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ell/c15/any



Close Ads