alexametrics

Bike Family, Dekat dengan Anak lewat Bersepeda

13 September 2020, 13:48:28 WIB

Berkeliling kota merupakan agenda mingguan bagi keluarga Rully Herlambang. Berbaris saling mengawasi menjadi kegiatan mereka saat bersepeda.

Rully dan istri, Nursiah, menggunakan Brompton matching berwarna hijau army. Dua anaknya, Darrel Abdiel Rafa Herlambang dan Darren Aufar Kenzo Herlambang, juga matching dengan Brompton hitam-merah.

Darrel dan Kenzo mungkin masih sangat belia. Usianya masih 10 tahun dan 7 tahun. Tapi, Rully sudah mengenalkan anak-anak mereka pada sepeda sejak usia belum genap 2 tahun. Bahkan, di usia 2 tahun, dua jagoannya itu sudah bisa mengayuh sepeda tanpa bantuan dua roda lagi di bagian belakang.

”Awal mengenalkan sepeda dimulai dari diboncengkan dulu pakai Brompton di bagian depan. Waktu itu pokoknya anak-anak sudah bisa duduk. Baru kemudian dikenalkan dengan pushbike,” jelas Rully saat ditemui di rooftop Mal Grand City Kamis (10/9). Tak lama melatih keseimbangan dengan pushbike, pria yang juga seorang desainer interior itu langsung mengenalkan anak-anaknya pada sepeda-sepeda koleksinya. Salah satunya, sepeda lipat Brompton tersebut.

Rute rutin yang biasa mereka jelajahi bersama adalah tempat-tempat yang tidak ramai kendaraan. Misalnya, daerah Kenjeran, Laguna, CitraLand, atau Graha Family. ”Karena masih anak-anak, kita muternya sekitar kompleks, kalau jalan umum belum berani,” sambungnya. Namun, Rully punya cara sendiri mengenalkan anak-anaknya pada jalan raya secara langsung. Yakni, lewat car free day yang biasa digelar di Jalan Darmo atau Jalan Tunjungan pada Minggu. Dengan begitu, anak-anaknya tetap bisa akrab dengan medan yang sesungguhnya.

Untuk rute yang jauh, Rully dan Nursiah punya cara sendiri mengajak anak-anak tetap aktif. Bukan diajak langsung bersepeda, melainkan mereka diminta untuk menyemangati keduanya. ”Misalnya, kita lagi jalan-jalan ke mana. Yang bersepeda tetap saya dan istri, anak-anak naik mobil sambil teriak-teriak menyemangati biasanya. Itu jadi semangat tersendiri bagi kami,” ceritanya dengan senyum yang merekah. Bagi Rully, bersepeda memang tidak selalu harus mengayuh bersama. Tapi, saling menyemangati sudah menjadi poin tersendiri.

Bersepeda dipilihnya sebagai olahraga keluarga tentu bukan tanpa alasan. Jauh sebelum tergila-gila dengan sepeda, ayah dua anak itu menjajal berbagai macam olahraga. Mulai lari hingga berenang. ”Awalnya berenang itu saya dan anak-anak enjoy. Tapi, istri nggak bisa berenang. Jadi, kita coba cari lagi olahraga lain yang benar-benar bisa dijadikan family time,” ujarnya.

Akhirnya bersepeda pun terpilih sebagai olahraga keluarga mereka. Olahraga tersebut dirasa tidak terlalu ngoyo dan bisa mendapat jangkauan luas hanya dengan waktu 1–2 jam. Namun, di balik bersepeda bersama, hal yang sebenarnya paling disukai justru momen makan-makan setelah bersepeda. ”Pada waktu itulah saya mendekati anak-anak. Saya ingin anak-anak bisa bercerita apa saja ke saya dan istri. Menjadikan orang tua mereka sebagai teman sendiri. Ya, salah satunya lewat family time begini,” sambungnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ama/c7/tia



Close Ads