alexametrics

Berbuah 5 Tahun Sekali, Buah Langka Lepiu Banyak Diburu Warga

13 September 2019, 22:33:36 WIB

JawaPos.com – Namanya Lepiu. Buah ini asli dari Kalimantan Utara (Kaltara). Uniknya, lepiu ini musiman yang hanya berbuah sekitar 5 tahun sekali. Karenanya lepiu menjadi buah langka yang sangat jarang ditemui di pasaran.

Entah dari mana asal-usul nama buah ini diberikan. Tetapi orang tua zaman dulu pernah bercerita bahwa buah ini dinamakan lepiu karena bentuknya yang lonjong dan pipih menyerupai bentuk hati. Oleh Sebab itulah dinamakan lepiu.

Salah satu penjual buah lepiu, Ujang Bain, 60, mengatakan, lepiu memang tergolong buah langka. Pohonnya merambat seperti rotan. Tanaman ini biasanya tumbuh subur di pedalaman hutan hulu. Buah lepiu ini menggantung di pohon yang tinggi dan akan jatuh dengan sendirinya. Jika sudah jatuh, buah bisa dipungut.

Dalam sehari warga terkadang hanya mendapat buah tersebut sekitar 4-5 kg saja. “Sebenarnya pohon lepiu ini sangat banyak, tetapi jarang yang berbuah. Makanya tidak heran harga lepiu ini jika dijual harganya bisa mencapai Rp 200 ribu per kg bahkan lebih,” kata Ujang Bain sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Jumat (13/9).

Menurutnya, di Kabupaten Tana Tidung (KTT) ini yang paling banyak buah lepiu itu berada di Kecamatan Sesayap Hilir, tepatnya di Desa Menjelutung. Karena memang sejak dulu hanya di desa tersebut yang banyak buah lepiu. “Kalau di Desa Menjelutung banyak buah lepiu. Kalau di KTT jarang makanya harganya mahal karna buah ini kaya pemilihan presiden, yang berbuah hanya 5 tahun sekali. Apa lagi ini musim buah lepiu tapi harganya mahal, kadang ada yang jual 1 mok dengan harga Rp 50 ribu dan per kilonya beragam ada yang Rp 200 ribu bahkan bisa lebih,” ungkapnya.

Pantauan Radar Tarakan (Jwa Pos Group) di lapangan, daerah Kaltara saat ini sedang banjir buah baik durian, elai, duku, dan banyak lagi. Namun akhir-akhir ini buah lepiu muncul. Buah yang menghipnotis warga ini sedang diburu warga, meski harganya mahal namun warga tetap mencari buah ini. “Kalau buah lepiu jangan ditanya lagi, biar harganya mahal yang penting ada dijual pasti saya beli,” kata salah satu warga Desa Tidung Pale.

Dia menyebut bahwa lepiu ini adalah buah yang langka dan mempunyai rasa yang sangat langka. Meski dikenal mahal namun tetap diburu warga. “Kalau di KTT ini jarang ada buah lepiu. Biasanya kalaupun ada itu dari Desa Menjelutung, para penjual pun terkadang menjualnya dengan menggunakan mangkok (mok) dengan harga per moknya Rp 50 ribu. Sedangkan untuk perkilo jarang sekali, karna mendapatkan buah lepiu dengan jumlah banyak itu jarang sekali. Tak jarang ketika ada buah ini langsung ludes,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Peryanian Pangan dan Kehutanan Sugeng Haryono mengatakan, lepiu adalah buah yang berharga cukup mahal. Sebab, buah ini hanya dapat ditemukan di pohon-pohon tinggi yang berada dalam hutan. Buah ini tidak dibudidayakan. Bentuknya seperti jengkol dengan kulit berwarna hitam.

“Biasanya buah ini menempel pada pohon besar dan ketika masak biji-bijinya itulah yang berjatuhan ke tanah. Biji-biji inilah yang disebut buah lepiu. Harganya mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram,” kata Sugeng Haryono.

Menurutnya, untuk mengonsumsi buah ini adalah dengan cara direbus lalu kulitnya dilepas dan langsung dimakan. Lepiu sanagat enak dimakan apalagi dengan madu dan bisa dimakan biasa saja. “Rasa dari buah lepiu ini sama seperti rasa jengkol atau ubi atau pun biji cempedak. Biasanya buh lepiu direbus untuk dikonsumsi. Warna buahnya kuning pudar. Apalagi dagingnya yang sedikit berminyak ketika direbus. Rasanya lebih seperti ubi manis,” ujarnya.

Buah lepiu mempunyai banyak fungsi dan manfaat. Biasanya diolah sebagai sayuran atau digoreng untuk lauk dan cemilan yang lezat dan sehat bagi anak. “Buah lepiu adalah salah satu sumber karbohidrat yang 3 kali jauh lebih banyak dari biji gandum. Protein yang dikandung buah lepiu melebihi setengah dari kandungan protein pada biji gandum, memberikan energy yakni 165 kk/100 gram,” jelas Sugeng.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads