alexametrics

Kukuk Soeharno Mengumpulkan Lagi setelah 1.500 Koleksi Ludes Terbakar

12 September 2021, 16:48:47 WIB

Kecintaan Kukuk pada miniatur mobil dirasakan sejak kecil. Melihat ayahnya yang keren mengendarai mobil, Kukuk ingin mengendalikan mobilnya sendiri. Itulah mengapa koleksi die-cast miliknya hanya mobil realis di jalanan Indonesia.

’’ZAMAN masih kecil kan belum bisa nyetir sendiri, jadi minta aja mau mobil yang seperti itu,’’ ucap Kukuk mengenang masa kecilnya. Dia mulai membeli miniatur mobil sejak duduk di bangku SD. Memainkan mobil-mobil mini di meja selalu jadi mood booster. Berjam-jam bisa dihabiskan hanya untuk mendorong mobil-mobilan itu maju mundur, ke kanan dan kiri.

Sampai ketika dewasa dan sudah bekerja, dia masih punya rasa excited yang sama setiap memainkan koleksi miniatur mobil miliknya. ’’Kalau lagi sumpek gitu, ngelirik lemari kaca, terus aku keluarkan satu-satu,’’ tuturnya, kemudian terkekeh. Menata satu per satu mobilnya saja sudah membuatnya lebih tenang dan rileks.

Kebiasaannya tersebut juga selalu diikuti komentar dari sang ibu. ’’Hmm, lapak e wis ditoto yo,’’ ucap Kukuk menirukan ibunya. Kalau sudah begitu, satu hingga dua jam akan berlalu digunakan Kukuk untuk me time sembari membersihkan koleksinya.

Jika dihitung-hitung, koleksi Kukuk sudah mencapai 350 buah saat ini. Masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah koleksi seharusnya. Pada 2001, Kukuk kehilangan 1.500 item die-cast saat rumahnya habis terbakar. ’’Benar-benar semuanya habis. Alhamdulillah, semua penghuni sedang di luar rumah, jadi hanya barang-barang yang habis terbakar,’’ kenangnya.

Setelah itu, Kukuk baru mulai mengoleksi setelah 3 tahun kejadian kebakaran. ’’Awalnya sih merasa sudah tidak pengin lagi. Tapi, namanya hobi ternyata nggak bisa dipendam lama-lama,’’ jawabnya dengan senyum lebar. Sejak 2004 sampai sekarang, Kukuk terus menambah koleksinya.

Kebanyakan memang dibeli secara langsung di toko-toko mainan. Kukuk tak punya jadwal khusus untuk belanja. Lebih sering hanya menemani keponakannya jalan-jalan, eh malah dia sendiri yang belanja. ’’Untung, yang dicari beda. Dia (keponakan, Red) lebih suka mobil-mobilan remote control. Jadi nggak rebutan,’’ sambungnya, kemudian tertawa.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c12/nor

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads