alexametrics

Cegah Kepunahan Anggrek Meratus dengan Sosialisasi dan Edukasi

12 September 2019, 23:01:18 WIB

JawaPos.com – Anggrek Meratus terancam punah. Hal inilah yang menjadi keprihatinan Nurhasanah. Pecinta anggrek Kalimantan itu terus berpikir tentang upaya melindunginya.

“Banyak hal yang mengancam Anggrek Meratus dari kepunahan. Baik akibat kerusakan dan kebakaran hutan. Maupun karena alih fungsi lahan hutan,” ungkap Sanah, panggilan akrabnya, sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Rabu (12/9).

Menurut dia, kepunahan anggrek alam berbanding lurus dengan kerusakan hutan. “Di Kalimantan terdapat sekitar 2.500 sampai 3.000 spesies anggrek. Dari 5.000 jenis anggrek yang ada di Indonesia. Jadi sebagian besar ada di Meratus,” jelasnya.

Guna membantu pemerintah dalam perlindungan dan pelestarian anggrek alam Kalsel, khususnya di hutan hujan Meratus, dia bersama komunitas pecinta anggrek mendirikan Yayasan Anggrek Meratus Indonesia. Sanah sendiri dipercaya sebagai ketua.

Dalam kepengurusan yayasan, terdapat beberapa tokoh pegiat dan pecinta anggrek yang sudah tak asing lagi. Seperti Rusmin Ardaliwa dan Jumini pada dewan pembina. Lalu Zainal Abidin, Puryani, dan Amalia Rezeki pada dewan pengawas.

Sedangkan pada pengurus harian, ada Ellina Hardiati sebagai sekretaris dan Gusti Rusmini Ulfah sebagai bendahara. Ditambah pengurus bidang konservasi, pengembangan, dan pemberdayaan petani serta pelaku usaha anggrek.

“Mudah-mudahan dengan yayasan ini, kami bisa melestarikan Anggrek Meratus. Melalui pemberdayaan masyarakat dan mendukung program pembangunan berkelanjutan,” tambah owner Alya Orchid ini.

Selain itu, ada pula program sosialisasi dan edukasi. Temanya pelestarian anggrek alam dan pendirian taman anggrek. “Ekowisata anggrek itu perlu dikembangkan. Seperti melalui pendirian Griya Anggrek yang merupakan wadah display anggrek spesies maupun anggrek hybrid,” pungkasnya.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads