alexametrics

Game Karya Kamu Bisa Dipublikasi dengan Ajang Ini

10 Februari 2020, 21:26:25 WIB

JawaPos.com – Salah satu tantangan pengembang game atau studio game rintisan adalah publikasi untuk menggaet pemain dan menghasilkan laba pada akhirnya.

Beberapa cara kerap dilakukan para pengembang agar gamenya dapat segera dimainkan dan dipublikasikan. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti program inkubasi. Namun sayang, program tersebut terbilang jarang dibuat.

Nah, bagi kamu para pengembang game atau startup game rintisan, awal 2020 ini PT Telkom Indonesia kembali menyelenggarakan program Indigo Game Startup Incubation. Program tersebut kali ini menggandeng studio game lokal asal Bandung, Agate yang notabene dulunya juga merupakan studio game kecil.

Pendaftaran batch 2 program tersebut telah dibuka sejak 31 Januari 2020, bersamaan dengan event Global Game Jam 2020 yang diadakan serentak di berbagai negara termasuk Indonesia.

Program Indigo Game Startup Incubation akan mengadakan roadshow ke lima kota besar di Indonesia mulai minggu kedua Februari 2020, yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.

Direktur Digital Business Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, Indigo Game Startup Incubation sendiri merupakan program inkubasi pertama untuk game startup di Indonesia. Seperti juga sudah disinggung di atas, program ini merupakan hasil kerjasama antara Telkom Indonesia dengan PT Agate International yang berada dalam naungan Indigo Creative Nation.

Program ini telah berjalan dari September 2019 dan diklaim sudah berhasil menaikkan 10 game bikinan startup game per Desember 2019.

“Program Indigo Game Startup Incubation merupakan salah satu langkah awal Telkom Indonesia dalam memajukan industri game di Indonesia. Game will be the future of digital business. Let’s growing it and be serious at it,” ujar Faizal dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Berdasarkan laporan Newzoo, perusahaan penyedia data analitik industri game dan E-Sports, besar pasar game di Indonesia sudah tumbuh menjadi sekitar USD 879,7 juta pada 2017 lalu. Bahkan, pada The Global Mobile Game Confederation (GMGC) SEA Mobile Report 2017 disebutkan bahwa terjadi kenaikan besaran pasar yang signifikan dari tahun 2013 hingga 2017, yaitu sebesar 37,3 persen per tahun.

Namun, walaupun pertumbuhan pasar tersebut besar, menurut data dari Asosiasi Game Indonesia (AGI), dari seluruh game yang dijual di Indonesia, hanya 8 persen pendapatan yang masuk ke perusahaan. Itupun dari game yang dijual, hanya sekitar 0,4 persen yang merupakan produk hasil dalam negeri.

Faizal menyatakan bahwa pada Indigo Game Startup Incubation batch 1, sejumlah game developer startup yang berpartisipasi menyatakan bahwa mereka sebelumnya kesulitan dalam mendapatkan dana pengembangan game. Kebanyakan startup tersebut hanya bisa bekerja memakai fasilitas seadanya di rumah mereka, atau bahkan di cafe untuk mendapatkan internet yang cukup cepat.

Selain itu, kurangnya pengetahuan mereka tentang industri game serta kurangnya kemampuan dalam meraih target pasar yang dituju, menjadi kendala yang menyebabkan game yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama di industri.

Untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh para game developer startup di Indonesia, diperlukan sebuah wadah. Wadah yang dimaksud ini adalah program Indigo Game Startup Incubation. Program ini bertujuan membantu para game studio atau game developer startup di Indonesia agar mereka dapat membuat game terbaik. Serta menjadi developer yang dapat bertahan dan menguasai pasar industri game di negeri sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Arief Widhiyasa selaku CEO PT Agate International, dirinya menyebut sudah saatnya Indonesia menjadi produsen dalam menghasilkan produk hasil sendiri ke dalam industri game di Indonesia, tidak hanya menjadi konsumen yang menikmati produk dari luar.

Program ini juga dikatakan memberikan berbagai keuntungan bagi para game developer startup yang terpilih, seperti memperoleh dana pengembangan, panduan dari mentor yang berpengalaman dan ruang kerja bersama yang memudahkan untuk pengembangan game-nya agar tetap produktif.

Selain itu, para kandidat terpilih juga memiliki kesempatan untuk menguji game-nya ke target pasar yang dituju, serta memvalidasi retensi dan monetisasi game-nya. Di akhir program, para kandidat terpilih akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehan game-nya melalui presentasi kepada para mitra di dalam industri game yang disediakan agar game-nya dapat di-publish.

Program ini kembali diadakan di bulan Februari 2020, dengan timeline satu bulan pertama untuk periode Bootcamp dan tiga bulan berikutnya untuk periode inkubasi para kandidat yang terpilih. Selama periode pertama, para kandidat yang telah mendaftar akan diberikan kesempatan untuk membuat sebuah ide game baru, atau menyempurnakan game yang telah dimiliki.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto


Close Ads