alexametrics

Seru-Sendu Elisa Purnomo Momong Golden Retriever Bernama Kaiya

10 Januari 2021, 16:16:29 WIB

Elisa Purnomo sudah sembilan bulan ngemong Kaiya. Sebagai pawrent, perempuan 34 tahun itu gagal menularkan kegemarannya berolahraga pada golden retriever berusia sebelas bulan tersebut. Kaiya cenderung bodo amat pada aktivitas harian Elisa yang sports enthusiast.

LEBIH banyak ngerecokin,’’ kata Elisa tentang Kaiya pada Kamis malam (7/1). Perempuan 34 tahun itu mengaku lebih banyak ”terganggu’’ jika harus berolahraga bersama Kaiya. Bagaimana tidak? Di samping Elisa, Kaiya akan bertingkah konyol atau menyebalkan. Itu membuat konsentrasi Elisa buyar.

Sering kali, pemilik workout gear merek The Republic of Svarga tersebut harus menghentikan yoga atau aktivitas fisik lainnya karena menertawakan Kaiya. Atau, jeda untuk sekadar eyel-eyelan dengan sang momongan.

Di usianya yang belum setahun, Kaiya memang sedang sangat suka bergerak. Maka, ia cenderung mengikuti atau mengganggu Elisa yang sedang push-up, pull-up, sit-up atau yoga. ”Ya lucu sih, tapi sampai capek aku. Hahaha,” ujar warga Surabaya kelahiran Solo itu.

Untuk kepentingan bisnisnya, Elisa sering membuat konten video. Nah, saat itulah Kaiya ngotot ikut syuting. Momongan Elisa tersebut mengendus, berputar-putar mengelilingi sang pawrent, menggigit alat-alat olahraga yang akan digunakan untuk syuting, sampai melarikannya ke tempat lain. “Barang-barang itu jadi berceceran ke mana-mana,” ucap Elisa.

Kadang-kadang, Kaiya hanya duduk santai di matras dan menemani Elisa yoga. Saking fokusnya menemani, Kaiya tidak memedulikan permintaan dan perintah Elisa. Dalam salah satu video, Elisa meminta Kaiya pindah dari matras. Tapi, dengan santainya, anjing berbulu coklat itu tetap ndelosor di matras. Menoleh pada panggilan Elisa pun tidak. Sampai-sampai, Elisa harus memaksa Kaiya pindah tempat dengan mengangkat tubuhnya.

Dalam kesempatan lain, Kaiya bisa menjadi sangat caper. Ia mondar-mandir di depan Elisa yang sedang berolahraga. Tenaganya bagai tak habis-habis. Ia tidak berhenti sampai Elisa meresponsnya.

Jika Elisa berenang, Kaiya ikut-ikutan. Ia mencelupkan tangannya ke dalam kolam dan berbasah-basahan. Seperti hendak ikut nyemplung ke kolam. Tapi, Kaiya memang suka air. Bahkan, air pel di rumah sering menjadi incaran untuk berbasah-basahan.

”Kaiya ini badannya enggak bisa diam. Tapi, mulutnya lebih banyak diam. Enggak papa. Yang penting enggak ribut suara saja sih,” tutur Elisa.

Sebelum Kaiya, Elisa mengasuh Kiko. Kiko adalah anjing jenis shih-tzu yang sering Elisa ajak jalan di luar. Di antaranya, latihan memanjat (climbing) di gym maupun di alam. Kiko juga sering ikut Elisa latihan yoga di club house kompleks perumahan. Tapi, Kiko meninggal pada akhir 2019 lalu.

Setelah itu, Elisa mengasuh Kaiya yang dia ambil dari seorang breeder di Sidoarjo. ”Waktu punya Kaiya ini, kan pas pandemi. Saya jadi jarang berolahraga di luar rumah. Jadi, dia jarang saya ajak ke mana-mana,” katanya.

Baca Juga: Paw The Gank Kesayangan Sherly ’’Lulu’’ Soegito

Menurut penyandang gelar bachelor of applied science (fashion technology) RMIT University Melbourne itu, Kaiya adalah momongan yang cerdas. Mudah menangkap apa pun yang diajarkan. Elisa mengaku tidak kesulitan mengajarkan Kaiya buang air, duduk, dan berdiri. Kendati demikian, dia tetap menggunakan jasa trainer untuk Kaiya.

Di rumah, Kaiya tidak sendirian. Ada Kirei, anjing pudel milik Oma Elisa yang tinggal seatap dengan mereka. Dibandingkan Kirei, Kaiya lebih pendiam. Sebab, Kirei sangat mudah menyalak. ”Kalau sama Kirei ini, Kaiya baik. Tidak mengganggu. Tapi, memang tempat tinggalnya dipisah. Kirei tinggal di dalam rumah, Kaiya di basement,” tutur Elisa.

KAIYA ITU…

– Anjing besar pertama yang dipelihara Elisa.

– Tidak reaktif terhadap kucing.

– Tidak berani melompat pagar meskipun tidak tinggi.

– Tidurnya di garasi karena harus lebih banyak menapak ke permukaan yang kasar atas saran dokter.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : rin/c13/hep


Close Ads