alexametrics

dr Dimas Setya dan dr Marina Rimadhani Makin Romantis karena Bersepeda

10 Januari 2021, 17:48:58 WIB

Semenjak memilih olahraga sepeda, pasangan dr Dimas Setya Adinugraha SpM dan dr Marina Rimadhani SpKK ini mengaku jadi semakin kompak dan romantis. Karena lewat olahraga yang satu ini, keduanya bisa lebih sering bertukar cerita selain soal pekerjaan dan lebih mengerti lagi satu sama lain.

PANDEMI ternyata juga mengubah kebiasaan Dimas Setya Adinugraha dan Marina Rimadhani. Pasangan dokter tersebut kini rutin bersepeda keliling kota untuk lebih sehat dan juga menghilangkan stres. Meski, sebelumnya mereka punya kebiasaan olahraga yang lain. Tapi, bersepeda diakui keduanya lebih menyenangkan dan nagih.

Road bike sendiri jadi sepeda pilihan mereka sejak pertama. Saat yang lain banyak menjatuhkan hatinya ke seli, Marina lebih memilih roadbike. ”Jujur aja awalnya karena memang keren. Terus, karena emang suka olahraga, dengan bersepeda ini penginnya yang jarak jauh sekalian. Jadi, sebenarnya bukan karena seli nggak keren, tapi kami kebutuhannya untuk jarak yang jauh,” cerita Marina saat ditemui Jumat (8/1).

Dimas dan Marina sendiri bercerita sebenarnya tertarik dengan bersepeda sebelum benar-benar booming seperti sekarang. Namun, memang baru memulainya di saat pandemi. Di saat kesibukan mereka sedikit berkurang dan punya lebih banyak waktu untuk melakukan hobi bersama. ”Awalnya yang beli sepeda duluan si dia, terus nggak saya bolehin sepedaan sendiri. Jadi, saya juga beli buat nemenin dia. Untungnya, waktu itu harga sepeda belum seheboh sekarang,” cerita Dimas.

Jembatan Suroboyo jadi kenangan bersepeda mereka yang pertama. ”Inget banget waktu itu di sana masih sepi. Sekarang udah rame banget,” tambahnya.

Kenangan berkesan lainnya adalah mereka bersepeda di Bali berdua saja. Dengan bersepeda berdua, ternyata banyak menciptakan kenangan manis meskipun sebenarnya pahit.

”Kayak kami tuh sering banget ban bocor. Dia juga pernah tuh, baru berangkat ban sepeda udah bocor depan belakang,” cerita Marina. Namun, yang menarik, Dimas ternyata mengantongi banyak skill untuk menjadi seorang cyclist sekaligus suami yang bisa diandalkan.

Sebelum terjun ke dunia bersepeda, dokter alumnus FK Unair itu mengaku mempelajari apa saja yang harus disiapkan untuk bersepeda lewat YouTube. ”Jadi, hal teknis kayak ban bocor, terus harus ganti ban, benerin ini itu setidaknya bisa ditanganin lebih dulu,” jelasnya.

Hal itu pun menjadi obrolan mereka tersendiri setiap bersepeda. ”Jadi, setiap kami sepedaan biasanya obrolan kami seputar kenapa ya ban bisa bocor? Soalnya, kami tuh bener-bener sering banget ban bocor,” sambung Marina, lantas tertawa.

Baca Juga: Slow on Wheels, Utak-atik si Roda Dua Jadi Teman Riding Ganteng

Selain membahas teknis soal kesehatan sepeda, keduanya mengaku punya waktu membahas hal-hal lain yang ditemukan di jalan. ”Kayak, eh dulu pernah jatuh di sini. Atau nggak cari tempat kulineran atau buat foto-foto yang bagus,” imbuh Dimas lagi.

Jika hanya berkeliling kota, biasanya mereka akan mampir ke kafe atau cari tempat kuliner. ”Jadi, nggak langsung sepedaan, terus muter balik pulang. Kami santai dulu ngobrol-ngobrol,” tambahnya.

Dengan banyak menghabiskan waktu bersama, keduanya pun mengaku jadi lebih kompak dan romantis. Yang dulunya hanya ketemu di rumah setelah pulang praktik, kini punya waktu untuk ngehobi bareng. Meski diakui mereka bersepeda juga bikin kulit belang dan gosong, mereka tetap senang dan bahkan bangga. ”Belum anak sepeda kalau belum belang,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ama/c13/tia


Close Ads