alexametrics

Yuk, Belajar Memelihara Kucing dengan Baik: Makin Disayang Makin Ramah

8 September 2019, 14:01:08 WIB

JawaPos.com – Pernah melihat kucing-kucing lucu di pet shop atau di tepi jalan? Apalagi yang masih kecil. Bikin gemas! Kadang ingin dibawa pulang untuk dipelihara. Gampang enggak ya memelihara si pus?

’’Memelihara kucing kan gampang. Tinggal dikasih kandang, minum, sama makan.’’ Eits, tidak semudah itu, Ferguso, eh, teman-teman! Memelihara kucing ada syaratnya lho.

Menurut drh Nimas Ayu Pertiwi MVet, calon pemilik kucing harus sepakat dengan penghuni rumah lainnya. Enggak boleh ada yang tidak suka, benci, bahkan kasar terhadap kucing. ’’Pemilik wajib bertanggung jawab pada kucingnya. Baik itu kucing pemberian, dipungut dari jalan, maupun beli dari pet shop,’’ tegas dokter Nimas.

Dokter hewan yang juga owner Pradika Rabbit Pet Shop, Vet & Care di Surabaya itu menjelaskan, pemilik harus memperhatikan kesejahteraan kucing dalam jangka panjang. ’’Jadi, jangan memelihara hanya karena ikut-ikutan atau lagi tren. Nanti kasihan kucingnya,’’ katanya.

Setelah itu, baru deh menyiapkan perlengkapan si meong. Kata dokter Nimas, perlengkapan ini dibagi menjadi dua. Pertama, yang dipakai dalam jangka waktu panjang. Misalnya, kandang, wadah makan, serta litter box alias tempat buang air kucing. Kedua, ada perlengkapan yang lekas habis. Di antaranya, pakan, pasir untuk pup kucing, obat, serta sampo khusus kucing.

Niat, sudah. Perlengkapan sudah komplet. Kucing juga sudah ada. Butuh apa lagi ya? ’’Kucing pasti butuh perhatian. Calon pemilik sebaiknya meluangkan waktu mengajak main kucing,’’ ujar dokter Nimas. Waktu main atau ngobrol dengan kucing akan membentuk bonding alias ikatan antara kucing dan pemilik. Jika sering disayang-sayang, kucing bakal senang. Mereka pun akan ramah kepada kita!

Kata dokter Nimas, kucing yang jarang diajak berinteraksi bakal punya perilaku yang tidak menyenangkan. Misalnya, suka mencakar. Ketika ada orang lain yang berkunjung ke rumah, mereka sering menyingkir. Sedih ya. ’’Kalau sibuk sekali, pastikan ada orang lain yang telaten merawatnya,’’ tuturnya. Kalau sudah siap, pelihara kucing yuk.

PERAWATAN SI MEONG

  • Harian
  1. Menyisir
  2. Bersihkan kandang dan wadah makan-minum dengan larutan disinfektan
  3. Mengganti pasir di litter box
  • Berkala
  1. Memandikan kucing (grooming), bisa dilakukan sebulan sekali. Jika kucing sedang menjalani pengobatan kutu atau penyakit lain, jangka waktu mandi biasanya akan disesuaikan.
  2. Periksa ke dokter hewan, enggak perlu menunggu kucing sakit untuk pergi ke dokter hewan! Biasanya, si meong akan mendapat obat cacing dan pengulangan vaksinasi. Jadi, mereka tidak akan gampang menularkan atau tertular penyakit.

BOLEH ATAU TIDAK?

  1. Asma, tapi sayang kucing? Pastikan konsultasi dengan dokter. Kucing tidak mengakibatkan asma. Namun, bulu, urine, maupun kotoran kucing bisa memicu reaksi alergi pada orang-orang yang amat sensitif. Salah satu reaksinya adalah sesak napas. Nah, selama perawatan kucing baik, aliran udara di rumah bagus, dan tingkat sensitivitas pada bulu (atau urine dan kotoran) kucing rendah, kucing boleh dipelihara. Sebaiknya kucing tidak dibiasakan tidur di kamar atau tempat yang sering digunakan orang rumah (misalnya, karpet dan sofa ruang tamu).
  2. Memotong cakar kucing? Boleh. Selama tekniknya benar dan tidak mengenai pembuluh darah kucing, kuku kucing boleh dipotong. Agar potongan pas dan tidak terlalu dalam, gunakan nail clipper atau gunting kuku khusus kucing. Jika tidak tega memotong, sediakan scratcher atau tempat buat menggaruk kuku.
  3. Makan makanan rumah (nasi, tempe, dll)? Tidak boleh. Pertama, komposisi zat gizi yang dibutuhkan kucing berbeda dengan manusia. Selain itu, bila hal tersebut dilakukan terus-menerus, kucing akan terbiasa mengonsumsi makanan yang sama dengan kita. Alias tuman! Mereka pun bisa jadi mengambil lauk di meja makan, bahkan meminta makanan kita.
  4. Pakan daging mentah? Tidak boleh. Kucing adalah golongan feline, sama seperti macan dan singa. Mereka terlahir sebagai karnivor atau pemakan daging sejati. Jika diberi daging mentah, insting kucing sebagai karnivor akan meningkat. Mereka bakal menjadi agresif, suka mencakar, dan galak! Selain itu, daging mentah mengandung banyak parasit dan molekul bahannya besar. Selain zat gizi sulit diserap, si meong jadi rentan diare.
  5. Diberi susu tiap hari? Tidak boleh. Pada sebagian kucing, susu bisa menimbulkan diare. Biasanya susu hanya diberikan sebagai selingan. Untuk memenuhi kebutuhan air, cukup sediakan air siap minum tanpa tambahan apa pun. Jika kucing sulit atau jarang minum, akali dengan memberikan wet food berselang-seling dengan pakan kering (dry food).

CERMAT SEBELUM MEMILIH

  1. Kucing kampung, angora, atau persia? Sama bagusnya! Bergantung selera. Ada yang suka kucing berbulu panjang, ada yang suka kucing lincah, ada juga yang suka kucing jenis ras yang terlihat seperti kucing botak! Yang penting, rawat dengan baik, ya.
  2. Kucing kecil atau yang sudah besar? Sama saja. Jika memilih kucing yang masih kecil, pastikan mereka sudah lepas sapih. Alias sudah tidak menyusu kepada induknya. Jika sudah besar, pastikan usianya tidak lebih dari 5 tahun. Sebab, pada usia itu, mereka sudah terlampau tua.
  3. Beli, adopsi, atau memungut dari jalanan? Tiga pilihan itu sama baiknya. Jika membeli atau adopsi, cari breeder atau rumah adopsi yang bertanggung jawab. Tanyakan juga riwayat vaksinnya agar kucing tetap sehat. Jika memungut kucing, sebaiknya bawa lebih dulu ke dokter hewan untuk diperiksa dan diobati. Dengan begitu, mereka tidak membawa penyakit atau mudah tertular penyakit ketika dipelihara.

CATATAN !

  1. Pemilik kucing harus mencuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik setelah memegang kucing. Termasuk kucing peliharaan sendiri atau kucing yang kondisinya bersih.
  2. Biasakan memegang kucing dengan lembut. Jika ada adik kalian yang masih amat kecil, ajari mereka dengan contoh. Misalnya, mengelus tanpa menjambak bulu-bulu kucing dan ikut memberi makan kucing. Hal itu juga bisa membiasakan adik kita supaya enggak takut kucing, lho!

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fam/c14/nda



Close Ads