alexametrics

Ubah Limbah Kaus Kaki Jadi Boneka

5 Oktober 2019, 19:19:43 WIB

JawaPos.com – Ibu-ibu pasti sering menemukan kaus kaki anak-anak yang tiba-tiba hanya tinggal sebelah. Karena jejaknya tak terlacak, para ibu terpaksa membeli kaus kaki baru. Sementara itu, kaus kaki yang lama dan tinggal satu menumpuk begitu saja. Crafter Firliana mengusulkan untuk mengolahnya menjadi boneka. Caranya gampang dan bisa menjadi momen bonding alias menjalin keakraban dengan anak.

Saking mudahnya, Firli bisa menghasilkan dua boneka dalam sehari. Apalagi peralatan yang dibutuhkan rata-rata sudah ada di rumah. Misalnya, benang, mesin jahit atau jarum jahit, serta dakron. Nah, bahan terakhir bisa dibeli di toko peralatan kerajinan. Atau kalau mau praktis, tinggal beli online. Firli yang dikenal sebagai dollmaker mengatakan, untuk membuat boneka itu, dirinya membutuhkan waktu 6–8 jam saja.

Satu boneka dibutuhkan dua kaus kaki. Lebih baik yang polos, tapi kalau yang ada yang bermotif saja, ya tidak masalah. Nanti bisa diakali dengan menambahkan dress yang lucu. ”Pertama-tama bikin pola,” kata Firli. Satu kaus kaki bisa digunakan untuk tubuh dan kaki boneka. Lalu, satunya lagi digunakan untuk kepala dan tangan. Bisa juga untuk anggota tubuh lain seperti telinga atau hidung.

”Kaus kaki yang dipakai sebaiknya cukup tebal,” kata Firli. Tujuannya, menghindari tubuh boneka yang terlalu menerawang. Setelah dipola dan dipotong, waktunya menjahit. Kalau menggunakan cara manual alias menjahit dengan tangan, ada tiga teknik jahitan yang dibutuhkan. ”Jelujur, tikam balik, dan satu yang agak sulit adalah hidden stitch,” ujarnya ketika ditemui di Mulyosari kemarin (4/10).

Hidden stitch adalah teknik menjahit yang tidak menampakkan benang. Teknik itu digunakan untuk menggabungkan anggota tubuh boneka. Namun, sebelum digabungkan, dakron dimasukkan ke part-part yang sudah terbentuk. Yakni, kaki, kepala, badan, dan tangan. Kemudian, pola mata dan hidung dibuat di kepala boneka, lalu dipertegas dengan teknik menyulam.

Agar lebih cantik, ditambahkan rambut dari benang wol besar yang dijahit bagian demi bagian. Boneka dengan rambut panjang, imbuh Firli, bisa ditata dengan ikat rambut atau dikepang. Setelah semua selesai, baru setiap anggota tubuh tersebut disatukan. Dalam tahap itu, konsistensi dakron perlu dicek lagi. ”Harus pas ya, jangan sampai terasa terlalu penuh atau terlalu kempis,” tegas ibu tiga anak tersebut.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Kaus kaki. Warna dan motifnya bisa dipadu padan sesuai dengan persediaan.
  • Benang warna hitam untuk mata dan warna merah untuk mulut.
  • Dakron secukupnya.
  • Benang wol untuk rambut.
  • Perca untuk baju.
  • Rantai, pita, atau pernik lain untuk aksesori.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ell/c12/any



Close Ads