alexametrics
Glofish, Ikan yang Berpendar dalam ’’Gelap’’

Hasil Rekayasa Genetika dan Sempat Menimbulkan Polemik

3 Oktober 2021, 16:15:57 WIB

WARNA selalu menjadi perhatian dan pertimbangan para penghobi untuk menentukan ikan yang akan diadopsi.

Dan glofish memenuhi segala persyaratan itu.

Warna aslinya sudah terang. Lalu, bisa berubah ketika lampu atau penerangan akuarium diganti dengan pencahayaan khusus.

Ala-ala glow in the dark.

—————————————————————————————————————————————–

Ikannya mungil, tapi warnanya solid. Ada merah, biru, hijau, oranye, merah muda, dan ungu.

Saat lampu ruangan menyala, warna ikan ini memang tampak biasa-biasa saja.

Tapi, begitu lampu dimatikan dan penerangan akuarium diganti dengan LED atau sinar ultraviolet (UV), perubahannya begitu drastis.

Seperti tak memiliki kulit, ikan ini terlihat tulangnya saja dengan warna tertentu.

Rossi Arif Miharja mengaku langsung terpukau kala bertemu glofish untuk kali pertama.

”Iya, kalau lampu diganti, ikannya murup (menyala). Mungkin itu yang dimaksud glow in the dark (terang di dalam gelap) ya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Tambaksari, Surabaya.

Dia menjelaskan, ada dua spesies dari empat jenis glofish yang dimiliknya.

Dari spesies tetra, ada sunburst orange, electric green, starfire red, dan cosmic blue.

Dari spesies danio, ada jenis cosmic blue dan electric green.

Nama jenis ikannya memang sama, yang membedakan adalah bentuk tubuh. Jika tetra sedikit pipih, danio kecil memanjang.

”Kurang yang moonrise pink dan galactic purple saja. Nanti lah coba saya cari. Biar lengkap,” ujarnya.

Rossi mengungkapkan, diperlukan lampu khusus untuk membuat warna berubah dan bahkan menyala. Dia bahkan rela membeli lampu pendeteksi uang palsu untuk kepentingan displai pada waktu-waktu tertentu.

Menurut dia, dengan penggunaan lampu tersebut, beberapa jenis ikan mengalami perubahan warna secara drastis.

Misalnya cosmic blue, baik dari spesies tetra maupun danio. Benar benar berpendar dan menyala.

Warna dasar biru menghilang dan berubah menjadi transparan.

Pun starfire red, warna merahnya berubah menyala. Menurut Rossi, ikan itu cocok untuk aquascape dan tidak pas jika disandingkan dengan ikan lainnya.

The News York Times pada 2003 mengulas bahwa ikan itu merupakan hasil rekayasa genetika.

Ilmuwan menggabungkan DNA ubur-ubur dan karang merah pada tubuh ikan zebra.

Setelah itu, ada beberapa ikan lain yang juga menjadi objek percobaan. Seperti betta (cupang) dan shark (bukan hiu).

Ikan zebra yang mengandung DNA karang akan berwarna merah, sedangkan yang mengandung DNA ubur-ubur akan berwarna hijau.

Glofish Sunburst Orange. Alfian Rizal/Jawa Pos

Kalau ikan tersebut mengandung dua DNA, DNA ubur-ubur dan DNA karang merah (sejenis anemon jamur), mereka akan berwarna kuning.

Protein dari DNA ubur-ubur itu yang akan menjadi sumber cahaya saat disinari UV.

Perusahaan yang memiliki hak paten ikan itu adalah Yorktown Technologies dari Austin, Amerika Serikat. Mereka menyebut ikan itu sebagai ’’keajaiban ilmu pengetahuan’’.

Meski begitu, rekayasa tersebut tak lepas dari kritik.

Pusat keamanan pangan di Washington sempat mencegah penjualan ikan tersebut karena dianggap sebagai polusi biologis.

Tapi, Alan Blake, kepala eksekutif Yorktown, mengatakan bahwa perusahaan telah memeriksa kelayakan ikan ini untuk diperjualbelikan bersama Food and Drug Administration Badan Perlindungan Lingkungan Departemen Pertanian dan Layanan Ikan dan Margasatwa.

Hingga Mei 2017 Spectrum Brands Inc yang membeli hak paten glofish dari Yorktown Technologies.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : zam/c17/cak

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads