Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juni 2021 | 19.48 WIB

Setengah Tahun Menjinakkan Buaya Caiman

SEPERTI KELUARGA: Dian Murthi dan Mandra Widyanto menggendong Satan dan Sobek yang sudah cukup jinak. Bahkan, Satan bisa diajak ke kamar Mandra. (Angger Bondan/Jawa Pos) - Image

SEPERTI KELUARGA: Dian Murthi dan Mandra Widyanto menggendong Satan dan Sobek yang sudah cukup jinak. Bahkan, Satan bisa diajak ke kamar Mandra. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Hanya sedikit orang yang berpikir untuk memelihara buaya di dalam rumah. Apalagi sampai gila membawanya masuk kamar. Namun, itulah yang dilakoni Mandra Widyanto dan sang istri, Dian Murthi, dalam setahun terakhir.

---

PERTAMA kali datang ke sini galaknya minta ampun kayak setan, ya udahlah kita namain Satan aja sekalian,” kata Mandra kepada Jawa Pos, Kamis (17/6).

Dia sedang membicarakan Paleosuchus trigonatus miliknya yang berukuran 1,5 meter. Spesies yang juga disebut Schneider’s dwarf caiman atau caiman berdahi mulus itu tampak begitu garang. Hampir seluruh kulitnya hitam legam. Gigi-gigi runcing tersembul dari mulutnya. Caiman jenis itu bisa tumbuh 1,7 sampai 2 meter panjangnya. Memang masih relatif kecil bila disandingkan dengan kerabatnya, buaya dan alligator.

Meski dari tampilan tampak gahar, Satan sekarang cukup jinak. Saking jinaknya, Satan sampai biasa diajak masuk ke kamar. Reptil berusia empat tahun itu mau digendong dan dielus-elus. Bahkan, dia pernah ikut pemotretan bersama aktris Anya Geraldine dan syuting dengan penyanyi rap Rich Brian.

”Bisa dibilang, dia satu-satunya trigonatus yang jinak di Indonesia,” ujar Mandra dengan percaya diri. Pria yang tinggal di Sidoarjo itu hobi memelihara satwa eksotis. Di rumahnya ada kura-kura aldabra, binturong, dan lace monitor. Bagi Mandra, memelihara caiman begitu unik karena tidak semua orang bisa dan berani memegangnya meski bisa beli.

Menjinakkan caiman juga butuh waktu. Saat tiba setahun lalu, Satan memang sudah cukup jinak. Sebab sebelumnya, ia jadi peliharaan rekannya. Tapi, masih agresif. Satan tidak suka area mulutnya dipegang, sama seperti buaya. Bahkan, Mandra pernah digigit saat pendekatan (PDKT) dengan Satan. ”Saya pegang pangkal ekornya. Dia langsung balik badan. Kepalanya ke tangan saya. Cepet banget, enggak ada sedetik pergerakannya,” ujarnya.

Mandra tetap tak menyerah dan perlahan-lahan mendekati Satan. Ia diletakkan di kandang kaca agar terbiasa melihat aktivitas manusia dari dekat. Mandra memulai dari memangku Satan. Saat sudah terbiasa, punggung Satan mulai dielus. Lalu, naik ke area leher, kemudian kepala. Sekarang Satan sudah bisa digendong. ”Setengah tahun baru percaya sama saya. Mau saya pegang dari depan, belakang, enggak mungkin menggigit. Kalaupun gigit, hanya sedikit, enggak sampai mengunyah,” ujarnya.

Namun, sementara ini Satan memang hanya jinak kepada Mandra. Istri dan tiga anaknya belum berani memegang Satan. Anak Mandra dua cowok dan satu cewek. Yang paling besar berusia 13 tahun.

Cara memberi makan juga berpengaruh pada sikap Satan. Mandra memberi ikan layur atau ayam yang sudah dipotong-potong. Dia menghindari pemberian pakan hidup, misalnya tikus putih. Sebab, bisa muncul kembali insting berburunya. Mandra menyuapkan pakan yang sudah dipotong itu dengan menggunakan pinset. ”Ia tahunya kalau pinset berarti makan. Kalau tangan yang mendekat, bukan makanan. Kalau terbiasa makan pakai tangan langsung, nanti ketika mau mengelus, kita bisa disikat,” ujar Mandra.

Baca Juga: Beda Keluarga, Nama Pewaris Sama, Rebutkan Satu Tanah Warisan

Kalau Satan cenderung galak, lain halnya dengan Sobek. Spesies Paleosuchus palpebrosus atau Cuvier’s dwarf caiman itu berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan Satan. Karena cukup jinak, pemberian makan pun tidak begitu repot. Mandra biasa menempatkan dua hingga tiga ekor ikan molly hidup di dalam kandang berair milik Sobek. ”Kalau lapar, tinggal dimakan aja itu. Kecil gini, kalaupun insting liarnya keluar, enggak terlalu berbahaya,” kata Mandra.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore