
RAGAM SUARA: Samyong memiliki variasi suara yang banyak. Jangan heran bila disebut burung 1.001 suara. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Di tempat asalnya, kawasan Danau Kelimutu, Ende, Pulau Flores, NTT, ia dikenal sebagai garugiwa. Masyarakat Lio, Ende, menyebutnya sebagai burung arwah. Suaranya terdengar merdu, kencang, tapi wujud sang burung jarang terlihat mata. Di penghobi burung kicau, namanya dikenal sebagai samyong. Burung 1.001 suara.
---
SEKITAR dua jam, suaranya tak terdengar sama sekali. Burung berkepala hitam itu hanya terlihat asyik melompat-lompat ke dua tangkringan dalam sangkarnya. Pun saat Supanji, sang pemilik, ”memancingnya” dengan suara kicauan samyong dari mp3 di smartphone. Sore itu, Raja Beset, samyong milik Panji, tampak cuek.
”Memang biasanya bunyi saat pagi. Setelah dijemur,” ucap Panji saat ditemui di rumahnya di kawasan Tanjungsari Jumat (15/1).
Panji sambil menunjukkan suara Raja Beset yang dia rekam saat pagi. Dari rekaman yang tak sampai semenit itulah, suara Raja Beset terdengar kencang. Ngerol. Dengan irama yang tak beraturan, tapi tetap enak didengar. Di antara suara itu, ada yang terdengar ciieeet, ciiieet, ciieeet. Mirip suara anak ayam.
Suara kencang, ngerol, dengan irama tak beraturan memang jadi ciri khas burung endemis asal Flores, Nusa Tenggara Timur, tersebut.
Suara samyong sebagai burung kicau terbilang komplet. Samyong bisa menirukan suara macam-macam burung sekaligus. Tak heran, para kicau mania dengan sedikit berlebihan menobatkan samyong sebagai burung 1.001 suara.
Meski unggul di bidang suara, saat ini belum banyak orang yang mengenal samyong. Dia kalah pamor dengan burung gantangan seperti kacer, lovebird, anis merah, cucak ijo. Pamornya kalah jauh lagi jika dibandingkan dengan murai batu.
Samyong ibarat musisi indie. Suaranya enak didengar, tapi jelas kalah populer dengan murai yang menyandang status diva burung kicau.
Kurang populernya burung bernama latin Pachycephala nudigula tersebut tak terlepas dari kesulitan memeliharanya. Ternak samyong tak banyak. Samyong yang beredar saat ini merupakan tangkapan liar. Samyong juga tak masuk daftar peserta gantangan di event burung. ”Karena juga enggak bisa langsung bunyi,” ucap Panji.
Samyong miliknya biasanya ngoceh saat pagi. Pukul 06.00–10.00 WIB. Namun, setelah itu samyong seperti burung jarang berbunyi. Kalaupun berkicau, suaranya tak sebanyak saat pagi. Kondisi itu, menurut Panji, membuat samyong tak banyak dimasukkan kontes gantangan burung.
Soal lain adalah perawatan. Samyong dikenal burung sulit dipelihara. Tak tahan cuaca terlalu panas membuatnya tak bisa dijemur lama seperti burung lain. Panji biasanya menjemur samyong selama lima menit saja. ”Kalau sampai satu jam, burung bisa kepanasan,” jelasnya.
Burung bisa teler dan ambruk di lantai sangkar. Saat malam, sangkar harus dikerudung. Sebab, bisa jadi ada serangga malam yang masuk sangkar dan dipatuk samyong. Kalau beracun, burung pasti bisa kelenger.
Samyong juga dikenal mudah stres. Seperti memiliki rasa trauma, samyong hafal dengan hal yang membuatnya tak nyaman. Salah satunya, samyong yang pernah dimiliki Panji sangat trauma dengan orang yang pakai helm dan jaket. ”Kalau ada orang pakai helm, langsung tak tenang dan panik di kandang. Tapi, kalau helm dilepas, jadi tenang lagi,” kata lelaki kelahiran asal Pacitan itu.
Soal makan pun sama. Jika ditangkap dari hutan saat kondisi dewasa, samyong tak mau makan voer. Pemilik harus mengajarkan makan voer pelan-pelan. Biasanya, bisa pakai voer plus kroto dicampur dengan air. Untuk itu, Panji menyarankan agar membeli samyong dari penghobi lain. Atau, jika mau merawat, penghobi bisa beli saat burung berusia kurang dari setahun. Dengan demikian, samyong bisa diajari untuk makan voer atau jangkrik.
Kunci lain yang harus dimiliki ketika memutuskan memelihara samyong adalah kesabaran. Burung itu tak asal bunyi. Untuk mendapatkan suara pun, penghobi harus ekstrasabar. Setiap penghobi punya rahasia sendiri-sendiri.
Untuk suara, Panji hanya menggunakan masteran satu burung. Yakni, ara mata merah. Dia memilih ara mata merah karena satu pertimbangan. Burung tersebut punya kesamaan habitat dengan samyong. Juga asalnya dari NTT.
Pria kelahiran 7 Maret 1991 itu tak menggunakan masteran mp3 untuk melatih samyongnya. Itu dia hindari karena Panji termasuk penghobi yang ingin suara samyong tetap otentik. ”Mp3 untuk pancingan saja. Di luar itu, nggak pakai. Karena toh samyong sudah banyak bervariasi suara,” jelasnya.
Baca Juga: Perkutut Bisa Jadi Pengobat Rindu Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiantoro
Sementara itu, untuk pakan, dia mengombinasikan pemberian kroto seminggu dua kali. Pakan hariannya pun cukup jangkrik sepuluh ekor dan voer sejumput tangan. Voer harus diganti setiap hari untuk menghindari jamur.
Panji juga menyediakan buah pisang. Kadang pepaya. Sekali-kali buah tersebut diolesi madu untuk stamina burung. Vitamin yang dicampur air juga wajib ada agar burung tetap sehat.
SAMYONG
Nama: Samyong (kancilan flores)
Nama lain: bare-troated whistler (BTW), garugiwa, burung arwah.
Habitat: Flores dan Sumbawa di ketinggian 200–1.730 mdpl.
Ciri khas: Warna merah terang di area tenggorokan saat berkicau.
PERAWATAN
- Sehari diberi 10 jangkrik dan voer.
- Seminggu dua kali diberi pakan tambahan berupa kroto.
- Pakan tambahan seperti pisang dan pepaya bisa diberi jika burung mau.
- Penjemuran saat pagi selama lima menit.
- Saat malam sangkar wajib dikerudung.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/yGf2sQ99cMc

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
