Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Juli 2023 | 01.05 WIB

Maria Stipeny Soeparjanto, Otodidak Kembangkan Usaha Ikan Hias dari Nol

Maria saat berada di Toko ikan Maria Tirta Aquatic, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/6/2023). - Image

Maria saat berada di Toko ikan Maria Tirta Aquatic, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/6/2023).

JawaPos.com - Maria Stipeny Soeparjanto mempelajari bisnia ikan hias mulai dari nol secara otodidak. Kurang lebih lima tahun, dia mulai menguasainya. Kini dia nyemplung di bisnis ikan hias dan semua kebutuhannya, lalu membuka toko besar di kawasan Depok.

”Saya belajar mengikuti prosesnya. Jadi, selama berproses, saya terus belajar.” Begitu Maria memulai perbincangan dengan Jawa Pos saat ditemui di toko ikan hiasnya, Maria Tirta Aquatic, di Sukmajaya, Depok, Kamis (22/6).

Maria mengisahkan awal mula menggeluti hobi dan bisnis ikan hias. Pada 2017, suaminya membeli seekor louhan jantan seharga Rp 250 ribu. Karena penasaran, akhirnya dia mencarikan pasangan untuk dikawinkan. Ternyata pemijahan tidak semudah yang dia bayangkan.

”Meski sudah bertelur, kalau baru pertama atau kedua itu belum bisa jadi. Karena itu, akhirnya kami beli lagi indukan yang sudah jadi dan memiliki gen bagus,” jelasnya.

Bermula dari sana, Maria akhirnya berhasil membiakkan louhan. Namun, persoalan tak berhenti di situ. Dalam sekali bertelur, ikan bisa menghasilkan 200–300 ekor. Dia pun harus merelakan satu pintu kontrakannya untuk menyimpan anak-anak louhan.

”Anak louhan itu tidak bisa digabung. Ia harus dipisah masing-masing di akuarium kecil. Karena jumlahnya ratusan, jadi butuh tempat yang luas,” terangnya.

Setelah berhasil menangkar louhan, dia mulai mencoba memasarkannya. Awalnya, pemasaran dibantu suami lewat promosi di media sosial. Kemudian, Maria masuk ke komunitas-komunitas louhan. Hingga akhirnya, banyak yang datang ke tempatnya untuk menyortir sendiri anakan louhan yang bagus.

Maria Berawal dari beternak louhan, kini Maria memiliki toko ikan hias berbagai jenis di Depok.

Tempat usahanya tersebut kemudian menjadi tempat kumpul Perhimpunan Pencinta Louhan Depok (P2LD). Di sana para anggotanya saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Jadi, banyak ilmu yang didapat.

”Saat itu juga banyak yang nanya dikasih makan apa. Kami jawab cacing beku yang memang khusus kami siapkan sendiri,” jelasnya. Saat itu cacing beku di Depok memang masih susah dicari. Karena banyak yang ingin membeli cacing beku, dia juga mulai menjual cacing beku. Bukan hasil ternak, tetapi berasal dari petani. ”Cacing alam yang berasal dari limbah kotoran sapi dan ampas tahu,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, banyak yang datang menanyakan jenis pakan lainnya. Termasuk kutu air dan artemia khusus untuk pakan anak ikan yang baru berusia kurang dari 2 bulan. Banyaknya permintaan itu membuatnya memutuskan untuk lebih serius menyediakan berbagai jenis pakan.

Memasuki masa pandemi Covid-19, ibu dua anak itu akhirnya membuka toko sendiri. ”Kalau orang bilang pandemi membawa dampak buruk, tapi bagi saya, mohon maaf, malah membawa berkah,” tuturnya.

Selama pandemi, permintaan cacing beku meningkat tajam. Bahkan, pembeli harus antre dan masuk dalam daftar tunggu. Saat itu perempuan 32 tahun tersebut mengirimkan banyak cacing beku ke Kalimantan (Bontang dan Tarakan), Surabaya, Purwokerto, serta Jogjakarta. ”Sebenarnya masih banyak juga permintaan ke daerah lain seperti Ambon, Maluku.

Tapi, kami terkendala ekspedisi karena maksimal 2 x 24 jam itu harus sudah sampai di lokasi. Kalau lewat dari itu, tidak bagus lagi. Sekali ada yang bisa, tapi mahal ongkosnya,” jelasnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, ungkap Maria, tokonya pun terus berkembang. Selain menjual ikan berikut pakannya, dia menyediakan vitamin dan peralatan akuarium serta masih banyak lainnya. Termasuk berbagai jenis ikan, mulai yang harga rendah hingga tinggi.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore