alexametrics

Renaldi Spesialis Cendet, Satu Joki untuk Satu Burung Jawara

1 Agustus 2021, 18:18:28 WIB

Merdunya kicau burung memikat Renaldi Davidi Husada. Burung pertama yang dipelihara adalah kenari pemberian omnya ketika dirinya SD.

DARI situ, kesenangannya akan dunia kicau terus tumbuh. Dia akhirnya membeli burung pentet atau cendet dari pasar burung. Setelah mendalaminya, akhirnya dia tahu kalau ada kontes burung. ”Saya coba lombakan pentet yang saya beli. Tidak disangka, burung itu juara tiga. Dari situ, saya mulai menggeluti hobi memelihara burung kicau ini secara mendalam,’’ ungkapnya.

Kini Renaldi dikenal sebagai salah satu spesialis pemain cendet. Prestasi yang didapat juga sudah sangat banyak. Berbagai event kolosal pernah dimenanginya. Di antaranya, Presiden Cup, Piala Raja, dan BnR Award. ”Pentet Monster ribuan kali juara sejak 2013 sampai sekarang,” ucapnya menyebut nama burung jagoannya. Performa prima burung tersebut membuat Renaldi kepincut. Pada 2015, Pentet Monster akhirnya menjadi miliknya dengan market value tiga digit.

Dia menjelaskan, jika di arena, membeli burung yang juara saat lomba pasti harganya sangat mahal. Namun, di tangan pemilik barunya, burung itu belum tentu juara di lomba berikutnya. ”Nah, di sinilah sebenarnya seni burung kicau. Burung dan pemilik memang harus benar-benar sehati. Balik lagi ke faktor hoki,” sebutnya.

Untuk menjadikan burung sebagai jawara di lomba, menurut dia, ada berbagai trik. Berbagai perawatan, antara lain, menjemur, membersihkan, olahraga, memberi asupan gizi yang pas, terutama kasih sayang. ”Perlu juga kasih sayang dengan burung tersebut,’’ kata pengusaha asal Bandung itu.

Kebetulan, sambung dia, setiap burung jagoannya dipegang satu joki. Jadi, setiap joki punya pegangan jawara masing-masing. ”Dengan cara itu, kita dapat lebih mudah untuk memahami karakter burung tersebut,’’ bebernya.

Renaldi menyebut memiliki home base untuk burung-burungnya di kawasan Dago, Bandung. ’’Ada empat joki lomba dan empat joki rawat. Total burung ndak kehitung. Kalau dijumlah semua burung, mungkin 100 lebih,’’ ucapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : raf/c12/nor

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads