alexametrics

Video Clickbait Sudutkan SBY soal Dana Haji

30 September 2021, 05:48:30 WIB

PENYEBARAN kabar palsu dengan memanfaatkan kanal YouTube kembali marak akhir-akhir ini. Modusnya, ”menjual” judul yang kontroversial bernuansa clickbait, tetapi sama sekali tidak ada kaitan dengan konten video di dalamnya. Contohnya, video yang diberi judul aliran dana haji Rp 95 triliun masuk ke rekening Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

”BERITA TERBARU ~Suryadarma ali buka suara !! aliran dana haji 95 triliun mengalir kerekening SBY,” begitu judul video dari YouTube yang dibagikan ulang akun Facebook Persaudaraan pada 22 September 2021 (bit.ly/95TriliunKeSBY).

Tentu saja judul tersebut bikin penasaran. Namun jika diperhatikan hingga tuntas, isi videonya sama sekali tidak menyebut SBY menerima aliran dana haji. Isi video berdurasi 8 menit 11 detik itu hanya memperlihatkan tayangan wawancara Suryadharma Ali (SDA) dan beberapa tokoh lain, termasuk Bambang Widjojanto. Kuat dugaan, video tersebut rekaman lawas.

Isi berita yang dibacakan pengisi suara juga sama sekali berbeda dengan judul videonya. Misalnya, isi berita pertama yang dibacakan pernah diunggah media Liputan 6 pada 8 Oktober 2015. Judul beritanya berbunyi, SDA Minta SBY dan Marzuki Alie Jadi Saksi Kasus Korupsi Haji. Di dalamnya tidak ada kalimat yang menyebut Suryadharma Ali telah memberikan pernyataan bahwa dana haji mengalir kepada SBY. Isinya hanya meminta agar SBY memberikan kesaksian yang meringankan dakwaan SDA.

”Terdakwa kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama Suryadharma Ali berencana menghadirkan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sebagai saksi yang meringankan pada perkara yang menjeratnya,” begitu pembukaan berita yang dibacakan oleh pengisi suara. Anda dapat membacanya di bit.ly/SaksiMeringankan.

Begitu juga berita kedua yang menjadi narasi video itu. Isinya seperti mengutip berita yang pernah diunggah portal Kumparan pada 31 Juli 2017 tentang keinginan Presiden Joko Widodo menempatkan dana haji untuk investasi proyek infrastruktur pemerintah. Wacana itu pun menimbulkan pro dan kontra.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads