alexametrics

Video Babi Ngepet Hoax, Babi Dibeli Online, lalu Pelaku Karang Cerita

29 April 2021, 14:27:49 WIB

JawaPos.com – Beberapa hari belakangan ini warganet dihebohkan dengan penangkapan seekor babi yang diduga bagian dari aksi babi ngepet. Konon video viral di media sosial (medsos) itu terjadi di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar menegaskan kehebohan terkait babi ngepet itu adalah hoax. Cerita babi ngepet itu merupakan rekaan semata dari oleh AI beserta tujuh orang temannya. Sementara babi yang ramai diperbincangkan di medsos itu adalah benar-benar hewan babi. Bukan babi jadi-jadian. Hewan tersebut dibeli secara online seharga Rp 900 ribu.

“Memesan secara online seekor babi dari pecinta binatang yang dibeli harganya Rp 900 ribu kemudian ditambah biaya ongkos Rp 200 ribu,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar pada Kamis (29/4).

Sebelumnya video babi ngepet itu viral, para pelaku merancang skenario yang pada akhirnya seolah-olah dipercaya warga.

“Mereka yang kurang lebih 8 orang tadi seolah-olah mengarang cerita. Ada 3 orang, 1 orang turun tanpa menapakan kaki, 2 orang pergi naik motor. Tiba 1,5 jam berubah jadi babi dan itu tidak benar. Ini sudah terencana,” jelasnya.

Sebelumnya, kabar adanya babi ngepet sempat menjadi pergunjingan warga Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Dalam video viral yang beredar di media sosial bahkan babi berwarna hitam telah dimasukkan ke kandang. Warga menyebut itu sebagai babi ngepet.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar memastikan kabar viral itu hanya hoax. Cerita babi ngepet ini hanya direkayasa oleh warga sekitar.

Munculnya isu babi ngepet ini bermula dari beberapa warga yang merasa kehilangan uang. Namun, sampai sekarang tidak jelas kebenaran uang hilang tersebut.

Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh AI dan 7 temannya. Mereka bersekongkol untuk mengarang cerita babi ngepet sejak Maret 2021. Untuk menyakinkan warga, dia membeli babi lalu di-setting supaya seolah-olah babi ngepet sungguhan.

Atas perbuatannya, AI dijerat Pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Dia terancam kurungan 10 tahun penjara.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads