alexametrics

Pengemudi Ojol di Vietnam, Bukan TKA Tiongkok

29 Januari 2022, 05:48:58 WIB

NARASI keliru berkaitan dengan Tiongkok masih banyak dijumpai di media sosial. Misalnya informasi yang menyebutkan salah seorang tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok menjadi tenaga ahli di Indonesia. Dia juga menjadi ojek online (ojol).

”BUKTI NYATA … KATANYA TENAGA AHLI TERNYATA TKChina INI JADI OJOL, DI INDONESIA APA GAK ADA YANG BISA BEKERJA SAMPAI PERLU DATANGIN TENAGA AHLI OJOL DARI TKChina.” Begitu keterangan akun Facebook Den Satria di salah satu grup.

Bukan hanya itu, keterangan tersebut juga menyatakan bahwa TKA Tiongkok yang menyamar menjadi tukang ojek itu beroperasi dari Citayam ke Cipayung. ”Eh gak bisa pulang ke tempat persembunyiannya. malah nangis pake bahasa Chino krn gak bisa bhs Indonesia. Viralkan saja biar LBP sama BIN/BAIS tahu Indonesia sudah kemasukan TKChino,” tulis akun tersebut Rabu, 26 Januari 2022 (bit.ly/NyamarOjol).

Jika melihat video 30 detik itu dengan saksama, Anda tentu tak mudah terkecoh. Memang ada seseorang yang sedang berbicara sambil terisak. Dia mengenakan jaket dengan logo Gojek di dada sebelah kiri. Tapi, ada bendera Vietnam di dada sebelah kanan.

Bisa jadi produsen hoax tersebut tak bisa membedakan mana bendera Vietnam dan bentuk bendera Tiongkok. Selain itu, bahasa yang digunakan tidak identik dengan bahasa Mandarin. Nah, apakah benar pria berjaket ojol tersebut ada di Indonesia dan seorang TKA Tiongkok?

Berdasar penelusuran, video itu direkam pengemudi ojol asal Vietnam, yang juga berada di Vietnam. Bukan di Indonesia. Portal berita asal Vietnam vietgiaitri.com juga mengulas video yang sempat viral tersebut. Penyebab pria itu menangis adalah terlalu lama menunggu pelanggan. Pria tersebut setidaknya butuh waktu 30 menit untuk menunggu dua pelanggan.

Portal itu juga membeberkan perkataan pria tersebut. Salah satunya soal pemberian bintang. Jika pelanggan memberikan satu bintang saja, perusahaan juga akan mengurangi pelanggannya.

”Batalkan pesanan, perusahaan akan mengurangi pesanan. Tetapi, jika Anda mengatakan berat atau ringan, jika Anda memberi bintang satu, perusahaan juga akan mengurangi pesanan. Orang-orang bekerja sangat keras. Orang-orang menjalankan ojek untuk mengurus keluarga mereka. Orang-orang mengurus istri dan anak-anak mereka, rumah, ini, dan itu.” Begitu kurang lebih arti perkataan pria tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/jun

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads