alexametrics

Duel Udara Palsu Samurai Jetpacks

28 Oktober 2019, 20:30:41 WIB

JawaPos.com – Unggahan video pemilik akun Twitter Karen-chan (@Fire_Sister_Bee) mendadak heboh di timeline. Rekaman dengan durasi total 45 detik itu sudah di-retweet lebih dari 227 ribu kali. Bahkan, lebih dari 468 ribu warganet menekan tombol love, tanda menyukai video itu. Akun tersebut mengunggah adegan dua samurai yang bertarung di udara dengan menggunakan jetpacks.

”Okay, so we invented viable and fully functional jetpacks, what do we do now?. Japan : “SAMOURAI FIGHTS!.” Begitu narasi Karen-chan yang diunggah pada Maret 2018. Meski lawas, posting-an itu membentuk thread alami sehingga muncul kembali di beranda Twitter.

Pada menit-menit awal, kedua pria yang menggunakan alat pendorong di punggung itu menunjukkan aksinya. Sebelum naik ke udara, kedua alat tersebut tampak mengembuskan asap. Tapi, setelah melayang, situasinya terlihat berbeda. Para pendekar tampak menggantung. Seperti ada yang mengikat keduanya dari atas.

Kemudian, saat salah seorang pendekar bergerak ke bawah, tidak ada asap yang keluar setidaknya untuk menahan gravitasi. Keanehan lainnya ada pada kendali atau tombol kontrol jetpacks. Di mana letaknya? Sementara itu, kedua tangan mereka memegang pedang.

Memanfaatkan situs Google Reverse Image Search, berbagai akun medsos dan belasan kanal YouTube ternyata pernah menggugah video serupa. Narasinya juga hampir sama, yakni tentang pendekar samurai yang bertarung dengan bantuan jetpacks.

Sampai akhirnya, Jawa Pos menemukan situs wired.com yang mengulas video itu secara ilmu fisika. Judulnya berbunyi, The Physics Behind a Fake Flying Samurai Battle. Ulasan yang terbit pada 4 Maret 2018 itu awalnya mengungkap sejumlah kejanggalan. Misalnya, mempertanyakan hal teknis pengambilan gambar yang hanya menggunakan ponsel. Jika itu adalah momen serius, sangat mungkin pengambilan gambar juga serius. Misalnya, menggunakan bantuan tripod agar stabil, serta mode landscape agar terlihat heroik.

Rhett Allain, professor fisika dari Louisiana University, Amerika Serikat, mengulas video itu dengan menyertakan rumus fisika periode osilasi bandul. Dengan menganggap mereka seperti pendulum sederhana, dia mengungkapkan bahwa kedua samurai harus digantung dengan kabel panjang agar bisa naik turun di udara dan berayun.

Dengan periode penuh 7 detik, Allain mengaku bisa menyelesaikan persamaan untuk mengukur panjang kabel yang digunakan dalam aksi duel samurai di udara. Menurut dia, aksi semacam itu membutuhkan setidaknya kabel sepanjang 12,2 meter atau sekitar 40 kaki. ”Begitulah cara Anda membuat paket jet samurai palsu. Ambil kabel sepanjang 40 kaki dan angkat dia,” ujarnya. Anda dapat membaca ulasan itu di bit.ly/DiangkatCrane.

Situs pencari fakta hoax-alert.leadstories.com juga mengulas video viral itu. Disebutkan bahwa aksi duel samurai di udara yang viral tersebut jelas dipentaskan dua orang yang menggunakan kabel. Tampak saat kedua samurai saling mendorong di udara, kemudian mereka berdua berayun ke belakang, kemudian kembali ke titik semula layaknya pendulum.

Pengguna jetpacks biasanya juga berputar dengan liar di beberapa titik. Namun, dalam adegan samurai itu, para pemakainya tidak terbang ke banyak arah seperti yang dibayangkan orang. ”Di akhir video, dapat dilihat bayangan crane yang mereka gunakan,” tulis situs tersebut di dekat bagian bawah bingkai. Anda bisa membaca ulasannya di bit.ly/AreNotReal.

FAKTA

Jetpacks dalam video duel udara dua pendekar samurai hanyalah aksesori. Keduanya diangkat ke udara dengan menggunakan bantuan kabel dan crane.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c10/fat



Close Ads