alexametrics

Salah Narasi Penyebab Warga Banting Peti Jenazah

28 Juli 2020, 05:05:58 WIB

SEBUAH video tentang kemarahan warga di tengah kompleks pemakaman menyebar sejak beberapa hari terakhir. Tampak massa mengamuk dan membanting peti jenazah yang telah terbuka. Video itu diberi narasi bahwa banyak kebohongan dalam proses pemakaman jenazah yang diklaim sebagai korban Covid-19.

”Kejadian di Madura. Saat akan di gelar prosesi pemulasaraan sesuai protokol covid 19, pihak keluarga dan masyarakat marah dan menolak keras. Maklum pasien sakit jantung namun di klaim dan di-expose positif Covid-19,” tulis informasi yang tersebar di grup WhatsApp kemarin (26/7).

Video yang sama lebih dulu menyebar di Facebook. Akun Bang Bajol mengunggahnya pada 24 Juli 2020 dengan keterangan berbeda. ”Peti dibuka paksa oleh pihak keluarga. Ternyata jenazah belum dikafani. Kondisi masih memakai baju dan sarung seperti diantar di RS. Lokasi: Madura,” tulis Bang Bajol (bit.ly/LokasiMadura).

Jika melihat dengan teliti video itu, ternyata sama sekali tidak tampak penampakan jenazah. Entah dari mana, tiba-tiba ada klaim bahwa jenazah yang akan dikubur tersebut masih mengenakan sarung. Percakapan yang ada juga tidak terdengar jelas sehingga tidak tergambar penyebab kemarahan warga yang membanting peti jenazah.

Memanfaatkan situs pencarian dan verifikasi video InVID, rekaman peristiwa yang sama pernah diunggah kanal YouTube milik Official iNews pada 17 Juli 2020. Video itu diberi judul Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Pasuruan, Jawa Timur – iNews Malam 17/07.

Informasi yang ditampilkan kanal berita tersebut juga jauh lebih lengkap. Disebutkan, hasil swab test almarhum positif Covid-19. Informasi resmi itu sekaligus mematahkan berbagai narasi miring yang menyebar di medsos, termasuk lokasi peristiwa yang diklaim terjadi di Madura.

Radar Bromo (Jawa Pos Group) memberitakan peristiwa yang sama pada 16 Juli 2020. Potongan gambar yang digunakan Radar Bromo sesuai dengan video yang tersebar luas di media sosial. Disebutkan, pengambilan paksa peti jenazah itu terjadi di Kecamatan Lekok, Pasuruan.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menjelaskan, awalnya warga mengikuti prosesi pemakaman yang dilakukan petugas sesuai protokol kesehatan. Namun, saat jenazah hendak dimasukkan ke liang lahad, tiba-tiba warga memaksa membuka peti dan melakukan pemakaman secara normal. Namun, Anang memastikan bahwa jenazah yang dimakamkan tanpa protokol kesehatan itu masih dalam keadaan terbungkus plastik. Hanya, jenazah tak dimakamkan dalam peti.

Siang harinya hasil swab test pasien tersebut keluar dan terkonfirmasi positif Covid-19. ”Kami kemudian melakukan tracing terhadap warga yang turut dalam pemakaman jenazah pasien. Ada sepuluh orang dan sudah menjalani rapid test,” ujar Anang. Anda bisa membacanya di bit.ly/TanpaProtKes

FAKTA

Video bongkar paksa peti jenazah korban Covid-19 terjadi di Kabupaten Pasuruan, bukan di Madura. Pihak keluarga tidak bersedia jika almarhum dimakamkan dengan menggunakan peti.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads