JawaPos Radar

Hoax, BMKG Tegaskan Gerhana Bulan Total Tidak Timbulkan Radiasi

28/07/2018, 08:55 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Hoax, BMKG Tegaskan Gerhana Bulan Total Tidak Timbulkan Radiasi
Acara nonton bareng Gerhana Bulan Total di Planetarium. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) memang menjadi peristiwa langka karena menjadi GBT terlama sepanjang abad ke-21 ini. Sayangnya, ada saja pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong terkait fakta GBT.

Seperti yang pesan yang beredar, mengimbau untuk mematikan gadget pukul 00.30-03.30 WIB ini. Dalam pesan yang beredar itu disebutkan akan ada radiasi tertinggi yang muncul akibat pancaran cahaya kosmis. Berikut bunyi pesan tersebut:

'Malam ini antara jam 00.30 pagi hingga 03.30 pagi pastikan off HP, laptop dan lain-lain dan jauhkan dari badan anda. TV Singapore telah mengumumkan berita tersebut. Tolong beritahu keluarga dan sahabat-sahabat anda. Malam ini antara jam 00.30 pagi hingga 03.30 pagi bumi kita akan menghadapi radiasi yang paling tinggi. Pancaran cahaya Cosmic akan melintasi dekat dengan bumi. Oleh itu off HP dan lain-lain dan jauhkan dari badan anda sebab akan menyebabkan kita mendapat efek radiasi yang berbahaya....Boleh lihat di Google dan NASA dan berita BBC. Bagikan pesan ini kepada orang-orang lain yang penting bagi keluarga, teman, sahabat, dan juga anak-istri anda. Anda boleh menyelamatkan nyawa banyak orang dengan berbuat demikian...
Semoga bermanfaat. Amiin...'

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Bambang Setiyo Prayitno jelas membantah bahwa kabar tersebut adalah hoax. Sebab, kalaupun terjadi BMKG akan memberitahukan sebelumnya.

"Hoax itu, kita sebut dengan solar flare jadi dari angin matahari atau badai matahari kita punya peralatan untuk memantau peralatan magnet bumi. Itu bisa kita pantau sebelum tejaidnya puncak itu akan ketahuan," terangnya di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7).

Menurutnya peristiwa proses badai magnet yang dapat menyebabkan radiasi pada umumnya memiliki rentang waktu dua sampai tiga hari. Sehingga, tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba.

Deputi Bidang Geofisika, Muhammad Sadly pun menyadari fakta-fakta fenomena benda langit sering kali dibuat menjadi hoax. Menurutnya, ini menjadi tantangan untuk BMKG dalam meluruskan dan memberikan informasi yang benar terkait fakta yang sesungguhnya.

"Tantangan bagi kami di samping melakukan pemantauan kita juga harus klarifikasi hoax gitu. Selama bukan dari BMKG, saya pikir nggak usah dipercaya. Maka dari itu selalu pantau info dari BMKG baik aplikasi, web, sosmed kami. Ketimbang mempercayai informasi nggak jelas," pungkasnya.

(rgm)

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up