alexametrics

Siswi SD Tendang Guru Tidak Terkait Vaksinasi Covid-19

28 Januari 2022, 05:48:28 WIB

VIDEO seorang siswi SD mengamuk dan menangis yang disebut-sebut tidak mau divaksin Covid-19 menyebar luas di Twitter. Video itu berupa rekaman amatir. Klaim tersebut menyebutkan bahwa siswi SD itu dipaksa guru untuk divaksin Covid-19.

’’A student of elementary school in Indonesia reacted and very afraid to her teacher. Because She did not want to be covid vaccinated. #StopVaccineForTheKids,’’ tulis salah satu akun Twitter @VirtualThumb kemarin (bit.ly/DipaksaVaksinCovid).

Akun Twitter tersebut rupanya menggunakan video dari akun Twitter @Kimberley20101 yang juga mengunggah video serupa. Namun, keterangannya hanya menyebut ketakutan karena pemaksaan vaksinasi (bit.ly/AsalVideonya).

Video 29 detik itu memperlihatkan seorang siswi yang menangis sambil memegangi lengan tangan kirinya. Siswi berseragam merah putih tersebut meronta dan tak mau dipegangi seorang pria yang berbaju cokelat. Siswi itu juga menendang pangkal paha lelaki tersebut.

Lantas, apakah benar video itu merupakan pemaksaan guru untuk vaksin Covid-19 kepada anak-anak? Saat ditelusuri, rupanya video itu tidak berkaitan dengan program vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak.

Video tersebut tersebar sejak 2017. Jauh sebelum vaksinasi Covid-19 dilakukan di Indonesia atau bahkan jauh sebelum pandemi Covid-19 Maret 2020. Salah satunya diunggah kanal YouTube Rayfa Channel pada 16 Agustus 2017. Anda dapat melihatnya di bit.ly/SebelumPandemiKorona.

Selanjutnya, portal health.detik.com itu mengunggah kolase foto dari video serupa pada 2017. Nah, keterangan video itu menyebutkan bahwa siswi tersebut tidak mau diimunisasi atau disuntik vaksin rubela, bukan Covid-19.

’’Sebuah video yang diunggah akun Facebook Atika Durrotin menunjukkan seorang siswi sekolah dasar (SD) menangis menolak divaksin rubela,’’ bunyi keterangan yang menyertakan tujuh foto identik dengan video unggahan akun Twitter @VirtualThumb.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c7/jun

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads