alexametrics

Bukan soal Kerusuhan 22 Mei, tapi Eksekusi Terpidana Mati

27 Mei 2019, 16:06:09 WIB

JawaPos.com – Sampul majalah luar negeri yang bergambar Jokowi dengan telapak tangan penuh darah tiba-tiba ramai diperbincangkan di medsos. Judul besar yang tertulis di sampul majalah itu Bloody Hands. “Dapat julukan baru dr berita dunia jokowi tangan berdarah,” tulis pemilik akun Twitter Agoez (@Agoez12085194) pada 25 Mei 2019 sembari mem-posting tampilan depan situs The Courier-Mail.

Narasi yang beredar, tampaknya, berusaha membangun opini bahwa judul Bloody Hands yang digunakan majalah asal Australia itu mengacu pada banyaknya korban meninggal dalam kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta. Berdasar penelusuran Jawa Pos, The Courier-Mail mengunggah cover majalah mereka di akun Twitter resminya pada 29 April 2015. Media itu memprotes sikap Indonesia yang memberlakukan eksekusi mati kepada tersangka kasus narkoba asal Australia. Yakni, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Namun, protes tersebut tidak bisa menyelamatkan nyawa dua WN Australia dari regu tembak Indonesia. Eksekusi mati itu juga banyak diberitakan media-media di Indonesia. Salah satunya JPNN.com (Jawa Pos Group) dengan judul Duo Bali Nine Dieksekusi, Todung Lubis: I Failed, I Lost, I am Sorry. Berita tersebut terbit pada 29 April 2015. Saat itu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dieksekusi bersama enam terpidana mati lainnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (zam/c15/fat)



Close Ads