alexametrics

Hoax Demo Mahasiswa, Polisi Pukuli Pasien di Rumah Sakit

Katanya di Medan, Ternyata di Thailand
26 September 2019, 17:47:44 WIB

JawaPos.com – Video kekerasan polisi terhadap mahasiswa yang demo menolak pengesahan RUU KUHP dan RUU KPK bertebaran di media sosial. Namun, ada saja yang menambah situasi makin panas dengan mengunggah video penganiayaan di luar negeri. Sepertinya, si pembuat hoax berusaha memicu dendam publik kepada aparat keamanan.

Contohnya, video polisi yang memukuli pasien di sebuah rumah sakit. Tampak seorang pria terbaring di atas bed rumah sakit dalam kondisi banyak luka. Di sampingnya ada sejumlah polisi. Tiba-tiba, seorang polisi menutup tirai hingga sang pasien tak terlihat. Namun, kamera CCTV rumah sakit masih bisa melihat seorang polisi berkali-kali melayangkan pukulan ke pasien.

”Astaghfirullah. Kurang biadab apalagi nih aparat. Anak sudah masuk RS masih digebuk. Laknatullah!,” tulis pemilik akun Facebook Lani Arifin kemarin. Di grup-grup WhatsApp, video itu diberi keterangan bahwa penganiayaan terjadi di Indonesia. ”Saya dapat kiriman dari Palembang. Kayaknya di medan,” tulis salah satu pengguna WhatsApp sambil membagikan video berdurasi 30 detik itu.

Namun jika dicermati, seragam polisi dalam video itu tidak seperti seragam polisi Indonesia. Di pojok kiri atas rekaman juga ada tulisan 9 Sun. Merujuk pada keterangan waktu Senin, tanggal 9. Menjadi janggal karena aksi demo mahasiswa di berbagai daerah memuncak pada 23 September 2019.

Memanfaatkan situs padanan gambar TinEye.com, video yang sama pernah diunggah kanal berita televisi berbahasa Thailand, Amarin TVHD. Potongan gambar dari video tersebut juga pernah diunggah portal berita Thailand, thethaiger.com, pada 28 Agustus 2019. Keterangannya menyebutkan, rekaman itu berasal dari kamera CCTV di ruang gawat darurat Rumah Sakit Universitas Burapha, Distrik Muang, Provinsi Chonburi, Thailand.

The Thaiger mengungkapkan, rekaman itu menuai kritik dari berbagai kalangan setelah tersebar luas di internet. Disebutkan bahwa pasien di rumah sakit tersebut adalah pemuda 20 tahun yang telah menabrak relawan polisi bernama Khwanchai pada 18 Agustus 2019. Akibatnya, Khwanchai yang berusia 57 tahun terluka di kepala dan kedua kakinya patah. Anda dapat membacanya di bit.ly/MenabrakPetugas.

Kasus itu juga menjadi atensi Pakasit Suksongkram, wakil kepala Distrik Muang. Dia mengungkapkan, pria yang dianiaya setelah menabrak sukarelawan polisi adalah anggota geng pembalap jalanan. Pakasit juga mengaku telah memberikan teguran keras kepada petugas Relawan Polisi atau ARSA yang melakukan penganiayaan .

”Saya menegur mereka dan mengatakan bahwa mereka harus berpikir sebelum melakukan sesuatu karena mereka adalah petugas keamanan,” jelasnya. Anda dapat membaca beritanya di bit.ly/TeguranKeras.

 

FAKTA

Video polisi menganiaya pasien di rumah sakit itu merupakan rekaman peristiwa di Distrik Muang, Provinsi Chonburi, Thailand.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c6/fat



Close Ads