alexametrics

Sebar Video Burung Kondor, tapi Menyebutnya sebagai Garuda

26 Mei 2022, 05:48:11 WIB

HOAX yang satu ini cukup menggelitik. Mengabarkan kemunculan burung garuda yang dalam kisah Ramayana disebut jatayu. Menurut informasi yang disebar dengan disertai video lewat Facebook itu, burung garuda tersebut ditemukan di Gunung Penanggungan, Jawa Timur.

’’Ternyata burung garuda bukan hanya mitos atau dongeng. Dalam cerita Ramayana dia adalah Jatayu. Burung yang sangat jarang menampakkan dirinya. Tapi baru2 ini garuda telah menampakkan diri di daerah hutan gunung Penanggungan, Jawa timur. Burung yg sayapnya luar biasa lebar dan indah. Semoga Indonesia tetap kuat dan jaya,’’ tulis akun Atta Wolet.

Video berdurasi 2 menit 30 detik itu memang memperlihatkan seekor burung yang ukurannya cukup besar jika dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya. Burung tersebut membentangkan dan mengepakkan sayapnya.

Beberapa orang tampak mengabadikan momen itu dengan kamera video dan ponsel. Tak lama, burung yang terlihat berada di tepi pegunungan itu terbang (bit.ly/BurungGarudaJatim).

Jika melihat secara saksama, tentu tak mudah memercayai bahwa itu adalah burung garuda. Apalagi disebut berada di Gunung Penanggungan. Padahal, burung tersebut jelas bukan garuda, melainkan kondor alias burung pemakan bangkai.

Berdasar penelusuran dengan situs padanan gambar, website The Dodo mengunggah foto dan video yang identik dengan posting-an akun Atta Wolet. The Dodo mengulas video itu pada Juni 2018. Judulnya Condor Raksasa Berhenti untuk ’Berterima Kasih’ kepada Penyelamat sebelum Kembali ke Alam Liar.

Burung itu bernama Sayani, seekor burung pemakan bangkai atau kondor Andes. Ceritanya, video tersebut adalah perpisahan atau pelepasan burung ke alam liar.

Video itu memperlihatkan kondisi Sayani setelah ditemukan hampir mati pada Desember 2012 akibat keracunan di Catamarca, Argentina. Sayani bukanlah satu-satunya kondor yang hampir mati karena keracunan.

Pasalnya, peternak di wilayah itu kerap meracuni pemangsa karena terlalu dekat dengan ternak. Kondor Andes dapat menjadi korban keracunan setelah menelan racun dalam bangkai yang mereka makan.

Dengan bantuan polisi dan pejabat setempat, Sayani dikirim ke Kebun Binatang Buenos Aires untuk perawatan selama lebih dari setahun. Akhirnya, 16 bulan setelah ditemukan, burung itu menjadi cukup kuat untuk liar kembali.

Pada 28 Maret 2014, tim penyelamat Sayani berkumpul di puncak gunung di Catamarca. Siap untuk membebaskannya. Selengkapnya dapat Anda baca di bit.ly/PelepasanBurungCondor.

FAKTA

Video tidak memperlihatkan burung garuda di Gunung Penanggungan, Jawa Timur, melainkan burung pemakan bangkai atau kondor yang dibebaskan ke alam liar di puncak gunung di Catamarca, Argentina.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c18/jun

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads