alexametrics

Netizen Buru-Buru Menyimpulkan Dampak Vaksinasi Covid-19

26 Maret 2021, 05:48:36 WIB

KABAR keliru tentang dampak vaksin Covid-19 kembali muncul di media sosial. Informasi itu dilengkapi video seorang perempuan sedang terbaring dan menangis di tempat tidur. Narasi video itu menyebutkan bahwa seorang guru honorer lumpuh setelah menjalani penyuntikan vaksin kedua.

”Guru honorer di Leles, Garut, jadi lumpuh setelah mendapat vaksin kedua. FUCKIN PEMBUNUH MASSAL BY ILUMINATI,” begitu keterangan video yang ditulis akun Facebook Amir Hasanudin dan dibagikan ulang akun Anang Nugraha kemarin (24/3).

Rekaman berdurasi 45 detik tersebut memang memperlihatkan perempuan yang terbaring lemas di tempat tidur. Dia tampak menangis sesenggukan. Kedua tangannya terlihat kaku. Namun, dia masih bisa berbicara lancar dengan orang-orang yang menjenguknya (bit.do/GuruLumpuh).

Saat ditelusuri, video dengan versi yang lebih lengkap pernah diunggah kanal YouTube Tv 76 pada 17 Maret 2021. Judulnya memang menyebutkan ada seorang guru honorer di Garut yang lumpuh setelah divaksin Covid-19. Disebutkan juga bahwa sang guru mengalami KIPI atau kejadian ikutan pascaimunisasi dan sedang menjalani perawatan serta pemeriksaan intensif di RSUD dr Slamet, Garut. Saat ini, kondisi guru yang mengalami KIPI itu berangsur membaik. Anda dapat melihatnya di bit.do/PerawatanIntens.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yulian menjelaskan, guru berinisial EK, yang sebelumnya terbaring di atas tempat tidur, sudah bisa berjalan kaki. Berdasar hasil pemeriksaan, kondisi kesehatan EK sebelum mendapatkan vaksinasi Covid-19 memang kurang baik. ”Sering kram, kadang juga lemes kaki. Itu sebelum vaksinasi juga begitu,” jelasnya seperti diberitakan Radar Garut pada 18 Maret lalu.

Sementara itu, Radar Tasik memberitakan bahwa EK bukan kali pertama mengalami gejala serupa. Sebelum vaksinasi, EK sempat beberapa kali dirawat di puskesmas. Selama perawatan, kondisi EK juga semakin membaik.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c13/fat




Close Ads