alexametrics

Hoax Salat Jamaah Terakhir di India

25 November 2019, 21:23:59 WIB

JawaPos.com – Kabar palsu yang bernuansa sentimen agama tergolong sangat berbahaya karena bisa memicu perpecahan umat lintas negara. Contohnya informasi tentang salat jamaah terakhir di reruntuhan Masjid Babri, Kota Ayodhya, India. Kabar yang disertai foto itu menyebutkan, salat jamaah terakhir dilakukan sebelum lahan masjid tersebut diserahkan kepada umat Hindu untuk pembangunan kuil di atasnya.

”The last prayer was offered at the Babri Mosque. After this prayers, the place of the mosque will be handed over to the Hindu administration. #AyodhaVerdict #BabriMasjid #BabriMasjidverdict #BabriMosque,” tulis pemilik akun Twitter Shayk Anas (bit.ly/SalatTerakhir) pada 14 November 2019.

India memang memiliki masa lalu yang diwarnai pertikaian panjang antara penduduk Islam dan Hindu. Namun, saat hubungan dua umat tersebut sudah sangat membaik, kabar salat jamaah terakhir sebelum masjid diserahkan kepada umat agama lain itu tergolong sangat emosional dan perlu dicek.

Berdasar hasil pengecekan dengan memanfaatkan situs padanan gambar, yang diunggah akun Shayk Anas itu ternyata bukan foto salat jamaah di Masjid Babri. Foto tersebut pernah diunggah situs AP Images. Diabadikan oleh Gurinder Osan, foto itu menggambarkan suasana salat Idul Adha yang berlangsung di Masjid Feroz Shah Kotla, New Delhi, India, Selasa, 9 Desember 2008.

”Umat muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha atau pesta kurban,” bunyi penggalan keterangan yang ditulis AP. Anda dapat melihatnya di sini.

Tentang Masjid Feroz Shah Kotla, situs pencari fakta India, Boomlive, menyebutkan, pada masa lalu seorang penguasa Kesultanan Delhi yang bernama Feroz Shah Tughlaq membangun benteng dengan sebuah masjid besar di dalamnya. Meskipun kini sudah hancur, bangunan yang menjadi situs kuno itu tetap digunakan. Termasuk untuk salat Idul Adha pada Desember 2008, yang fotonya menjadi sangat terkenal dan dimanfaatkan banyak pembuat hoax.

Fakta-fakta itu menunjukkan bahwa unggahan akun Shayk Anas adalah hoax. Lokasi Masjid Babri berbeda dengan Masjid Feroz Shah Kotla. Mungkin si pembuat hoax hanya ingin bikin gaduh lantaran Masjid Babri memang menjadi saksi pertikaian fisik antara umat Hindu dan Islam di India.

Pada 1992, masjid tersebut hendak dihancurkan karena diyakini berada di atas sebuah kuil Hindu yang diruntuhkan. Di ranah hukum, saat ini sengketa atas lahan masjid itu sudah mencapai babak akhir. Situs thehindu.com memberitakan putusan Ayodhya yang terbit pada 9 November 2019.

Disebutkan, Mahkamah Agung India telah memenangkan pihak Hindu atas sengketa lahan yang ditempati Masjid Babri. Namun, putusan itu juga memerintahkan pemerintah India untuk tidak hanya membangun kuil di tempat tersebut, tapi juga mengalokasikan lahan alternatif seluas 5 acre (ekar) kepada Dewan Wakaf Sunni untuk pembangunan sebuah masjid. Anda dapat membacanya di sini.

FAKTA

Foto yang diunggah akun Twitter Shayk Anas menunjukkan suasana salat Idul Adha di Masjid Feroz Shah Kotla, New Delhi, pada 9 Desember 2008. Bukan salat jamaah terakhir di Masjid Babri, Ayodhya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c11/fat



Close Ads