alexametrics

Menghasut Keabsahan Covid-19 di Amerika dengan Foto yang Salah

24 Juni 2020, 04:04:43 WIB

KABAR palsu tentang aksi demo di Amerika Serikat (AS) yang tidak menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan bervariasi. Sebelumnya ada yang menggunakan video jutaan warga Iran menghadiri pemakaman Jenderal Qassem Soleimani pada Januari 2020. Kali ini ada pula yang menggunakan foto aksi demo warga Hongkong pada 2019.

Narasi yang digunakan untuk melengkapi foto itu sama dengan hoax yang menyebar sebelumnya. ”Jika dalam dua minggu ke depan rakyat Amerika yang melanggar PSBB tidak jadi mayat yang berserakan di jalanan, maka saya yakin bahwa ketakutan akan corona itu cuma penipuan yang diciptakan WHO dan di- support oleh Media Massa.” Begitu keterangan yang ditulis akun Facebook Zen Assegaf pada 9 Juni 2020.

Dia melengkapi narasi tersebut dengan kolase dua foto. Yang sebelah kiri foto lautan manusia memenuhi jalanan kota sambil mengibarkan bendera AS. Yang kanan foto aksi protes warga AS atas meninggalnya George Floyd. Foto sebelah kanan itu pernah diunggah portal berita newyorker.com pada 1 Juni 2020. Judulnya George Floyd, Houston’s Protests, and Living Without the Benefit of the Doubt.

Foto tersebut disertai keterangan bahwa lebih dari seratus demonstran di Houston memprotes pembunuhan George Floyd. Foto itu diabadikan Mark Felix, fotografer AFP, dan Getty Images. Anda dapat melihatnya di bit.ly/DemonstrasiDiHouston.

Sementara itu, foto sebelah kiri ternyata bukan aksi demo di AS. Orang-orang yang memenuhi jalanan kota sambil membawa bendera AS tersebut merupakan demonstran di Hongkong. Foto itu pernah digunakan portal berita nytimes.com pada 12 November 2019.

Dalam keterangannya, para demonstran tidak hanya membawa bendera AS, tapi juga berpakaian action figure Captain Amerika lengkap dengan perisainya. Saat itu demonstran menganggap AS sebagai contoh negara yang menerapkan sistem demokrasi dengan baik.

Para demonstran menuntut pejabat Hongkong dan para pemimpin Partai Komunis Tiongkok yang otoriter memenuhi hak-hak demokratis serta menegakkan supremasi hukum yang lebih besar di wilayah otonom. Anda dapat membacanya di bit.ly/DemoHongkong.

Terkait kasus positif Covid-19 di AS, situs Worldometers menunjukkan, tetap ada lonjakan kasus di AS pasca kematian George Floyd yang memicu gelombang demo antirasis di AS. Pada 25 Mei (tanggal kematian George Floyd) angka kasus Covid-19 di AS tercatat 1,7 juta. Kemarin jumlahnya sudah mencapai 2.356.715 atau tertinggi di dunia. Anda dapat melihatnya di bit.ly/KasusAS.

FAKTA

Foto sebelah kiri yang memperlihatkan demonstran membawa bendera AS merupakan aksi demo rakyat Hongkong pada 2019. Jumlah kasus positif Covid-19 di AS juga terus melonjak seusai aksi demo memprotes kematian warga kulit hitam George Floyd.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter :  zam/c9/fat



Close Ads