alexametrics

Hoaks Video Kerusuhan Akibat Lockdown di Inggris

24 Maret 2020, 15:48:00 WIB

PRODUSEN hoax masih terus menyebar keresahan dengan memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 di berbagai negara. Kali ini, mereka membagikan video kerusuhan di Inggris yang diklaim sebagai dampak diberlakukannya lockdown di negara tersebut.

’’Inggris mulai rusuh. Akibat Lockdown, Rakyat mulai Kelaparan & bertindak secara brutal. Penjarahan dimana mana demi mengisi perut lapar. Ini baru permulaan, semoga di negeri yang kami cintai ini indonesia tidak terjadi seperti itu.’’ Begitu narasi yang dibagikan akun Facebook Pencari Cahaya pada 21 Maret lalu (bit.ly/AkibatLockdown).

Video dengan durasi 5 menit 30 detik itu diawali dengan rekaman video amatir tentang bus yang terbakar di beberapa bagian. Selanjutnya, terlihat kaca pertokoan yang pecah, barikade aparat kepolisian di persimpangan jalan, serta massa yang melempari barikade dengan batu dan pecahan kaca.

Informasi itu jelas janggal. Sebab, hingga kemarin (23/3), media-media arus utama belum memberitakan bahwa Inggris mengambil kebijakan lockdown. Sementara itu, akun Facebook Pencari Cahaya mengunggah narasi tersebut pada 21 Maret lalu.

Memanfaatkan situs YouTube DataViewer, video yang sama ternyata sudah menyebar sejak 2011, jauh sebelum Covid-19 ditemukan. Kanal YouTube Peckhamriots mengunggahnya pada 10 Agustus 2011 dengan judul, Peckham Riot & Looting 8 August 2011. Di kolom keterangan dijelaskan bahwa kerusuhan itu terjadi di distrik Peckham, London Selatan. Anda dapat melihat video tersebut di bit.ly/Kerusuhan2011.

Situs stevepafford.com juga mengulas kerusuhan pada 8 Agustus 2018 itu dengan judul, It Was Seven Years Ago Today: The night I feared for my life. Disebutkan bahwa kerusuhan berawal dari aksi protes warga atas kematian seorang pria bernama Mark Duggan di Tottenham, London Timur Laut. Pria tersebut tewas ditembak polisi pada 4 Agustus 2011 dan memicu pergolakan pada 6–11 Agustus 2011.

Kerusuhan itu berbuntut pada aksi penjarahan dan pembakaran. Bahkan, lima orang dinyatakan tewas. Anda dapat membaca ulasannya di bit.ly/BukanKarenaLockdown.

Mengenai pandemi Covid-19 di Inggris, portal berita telegraph.co.uk memang mengunggah kabar tentang panic buying yang terjadi di supermarket Asda di Wembley, London. Namun, hal itu tidak sampai memicu kerusuhan. Anda bisa melihatnya di bit.ly/PanicBuyingInggris.

FAKTA

Video kerusuhan di Inggris yang diunggah akun Facebook Pencari Cahaya merupakan kejadian pada 2011. Tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c20/fat



Close Ads