Kebakaran di Sri Lanka, tapi Diklaim di Gudang Senjata di Sulteng

23 September 2022, 05:48:17 WIB

NARASI anti-Tiongkok masih banyak dijumpai di media sosial. Salah satunya mengabarkan bahwa sebuah gudang senjata milik Tiongkok dibakar. Menurut informasi, kebakaran itu terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

”Gudang senjata milik Cina di Sulteng dibakar,” tulis akun Facebook Yanto Bwi. Sulteng pada keterangan tersebut dapat merujuk pada Sulawesi Tengah. Akun itu juga menyertakan video bangunan terbakar dan dibagikan ulang oleh akun Febrie Cuarius Ikranegara di sebuah grup kemarin (21/9) (cutt.ly/GudangTiongkok).

Bukan hanya di Facebook, informasi serupa menyebar luas di TikTok. Salah satunya diunggah akun Sutiman Alfarizi dengan keterangan yang jelas. ”Gudang senjata warga Cina di bakar warga di Sulawesi,” tulis akun tersebut (cutt.ly/DibakarWarga).

Video dengan durasi 33 detik itu memang memperlihatkan bangunan terbakar. Namun, janggal jika menyebut bangunan tersebut sebagai gudang senjata milik Tiongkok dan kebakaran terjadi di Sulawesi Tengah. Sebab, bahasa yang terdengar dalam video itu bukan bahasa Indonesia.

Penelusuran dengan menggunakan situs padanan gambar mengarahkan Jawa Pos pada beberapa akun Twitter yang mengunggah keterangan yang jelas. Salah satunya yang diunggah akun Twitter @sasith_bandara pada 9 Mei 2022. Menurut akun itu, insiden itu terjadi di Sri Lanka.

”Tempat mantan Menteri Sanath Nishantha terbakar,” tulis akun tersebut pada 9 Mei 2022. Video unggahan akun @sasith_bandara sangat identik dengan yang beredar di media sosial. Jelas, situasi itu tidak berkaitan dengan klaim sesat gudang senjata Tiongkok (cutt.ly/DiLuarRI).

Portal berita Free Press Journal turut mengulas bangunan terbakar tersebut. Rumah itu sejatinya milik anggota parlemen Sri Lanka bernama Sanath Nishantha dan mantan Menteri Johnson Fernando. Rumah tersebut diserang para pengunjuk rasa saat terjadi bentrokan antara pendemo anti dan pro pemerintah.

Bukan hanya itu, dikabarkan anggota parlemen Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) Amarakeerthi Athukorala dan petugas keamanan pribadinya tewas dalam bentrokan tersebut. ”Anggota parlemen itu dikepung kelompok anti pemerintah di kota barat laut Nittambuwa,” kata seorang polisi.

Kondisi tersebut berlangsung sejak awal April 2022. Massa aksi menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya dan Perdana Menteri Mahinda akibat krisis di negara tersebut. Beberapa komoditas penting juga mengalami kelangkaan. Anda dapat membacanya di cutt.ly/RumahMantanMenteri.

FAKTA

Rumah yang terbakar dalam video tersebut adalah rumah mantan pejabat Sri Lanka yang dibakar massa pada April 2022.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c14/jun

Saksikan video menarik berikut ini: