Hoax Catut Istri Dandim dan Kapolres Probolinggo Terkait Karnaval TK

23/08/2018, 15:55 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Siswa TK Kartika V 69 Kodim 0820 Probolinggo saat mengikuti karnaval, Sabtu (18/8) (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kontroversi karnaval siswa TK Kartika V 69 Kodim 0820 Probolinggo yang mengenakan pakaian serba hitam bercadar dan membawa replika senjata diperkeruh berita bohong. Sebab, oknum tidak bertanggung jawab menggunakan berbagai bahan untuk menyebar hoax di jagad maya terkait karnaval itu. Hoax tersebut mencatut istri Dandim 0820 Probolinggo dan Kapolres Probolinggo Kota.

Pantauan JawaPos.com, salah satu situs yang menyebarkan informasi salah adalah www.melekpolitik.com. Situs tersebut memasang screenshoot dari akun Facebook bernama Agung Wirawan. Dia menulis sebuah tulisan:

"Lha wong istri Kolonelnya aja sperti ini…. Mirissssss…". Agung melampirkan sebuah screenshoot WhatsApp Group (WAG) yang menyebarkan berita bila istri Dandim Probolinggo mengenakan cadar dan disebut turut andil memberikan kostum cadar kapada para siswa TK.

Foto perempuan bercadar dengan sejumlah polisi yang salah satunya disebut sebagai Kapolres Probolinggo Kota. Kapolres memastika kabar itu hoax karena bukan dirinya. (Istimewa)

Di screenshoot WAG itu tertera nama orang yang pertama kali menyebarkan kabar bila istri Dandim bercadar. Namanya Dani Purnomo. Entah siapa Dani Purnomo, yang jelas unggahannya kini sudah menyebar secara viral. Di situ, Dani menulis:

"Sy ga begitu kaget dgn tampilan Karnaval anak2 TK Kartika Binaan Kodim Probolinggo, kak. Nah.. ibu2 kolonel nya aja banyak yg kayak gini"

Pada screenshoot tersebut juga tampak foto dan tulisan Aya Muttaqin. Tampak foto perempuan (yang disebut sebagai Aya, Red) mengenakan cadar bersama seorang bocah laki-laki. Namun saat ditelusuri JawaPos.com di Facebook, akun tersebut sudah tidak ada.

Informasi itu lantas dikelola dengan berbagai narasi dan makin viral. Namun, tidak ada konfirmasi ke narasumber, verifikasi data, hingga klarifikasi informasi. Faktanya, Dandim untuk Kota Probolinggo diduduki perwira menengah dengan pangkat Letkol, bukan Kolonel. Memang, bisa jadi perempuan bernama Aya Muttaqin ada dan mungkin juga istri tentara. Tetapi, tidak terkait dengan karnaval TK di Probolinggo. 

Lalu, Dandim Probolinggo bukan bernama Kolonel Mutaqin seperti yang disebut dalam informasi itu. Melainkan, Letkol Kav. Depri Rio Saransi. JawaPos.com kemudian mengkonfirmasi kabar viral itu kepada Kapendam V/ Brawijaya Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, Kamis pagi (23/8).

Singgih mengaku sudah memonitor kabar yang menyebut istri Dandim Probolinggo bercadar. "Saya pastikan itu semua hoax. Ini konyol, mana ada kota setingkat Probolinggo jabatan Dandimnya diduduki seorang Kolonel," tegas Singgih kepada JawaPos.com.

Singgih melanjutkan, di tingkat kewilayahan, seorang Kolonel biasa ditempatkan sebagai pimpinan Komando Resort Militer (Korem). Oleh sebab itu, Singgih menyebut hoax yang beredar viral itu sebagai hal yang konyol. Sebab si penyebar kabar tidak paham dengan struktur organisasi dan jabatan di TNI.

Selain itu, Singgih menegaskan tidak mungkin seorang anggota TNI maupun keluarganya gegabah dalam memainkan media sosial. Apalagi sampai menunjukkan cadar kepada publik. "Kami sudah cek, tidak ada istri kolonel yang memakai cadar. Dan nama Mutaqin juga tidak ada di kesatuan Kodam V/ Brawijaya," imbuhnya.

Singgih berharap masyarakat tidak gampang termakan isu yang tersebar di media sosial. Pihaknya mengaku bahwa tahun ini adalah tahun politik, akan banyak kabar-kabar tidak bertanggung jawab yang mencatut institusi TNI. "Ini momen menjelang pemilu, kita semua harus cerdas menyaring segala informasi," lanjut Singgih.

Ditanya soal langkah yang diambil, Singgih mengaku akan mencari siapa dalang penyebar kabar bohong itu. "Ya, tentu kami akan telusuri orang-orang yang menyebarkan berita hoax ini," tuturnya.

Selain mencatut istri Dandim Probolinggo, hoax juga menerpa Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Beredar foto di dunia maya, ada sejumlah polisi yang berfoto dengan seorang perempuan bercadar. Foto itu disebut sebagai Kapolres Probolinggo Kota bersama dengan istrinya.

Dikonfirmasi JawaPos.com, Alfian menegaskan bahwa foto itu adalah hoax. Dia tidak pernah berfoto dengan perempuan bercadar seperti yang beredar. "Istri saya memang menggunakan hijab, tapi tidak bercadar. Saya klarifikasi kabar hoax yang sudah tersebar itu, saya tegaskan itu tidak benar," ucap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 tersebut.

Seperti diketahui, karnaval pawai budaya di Kota Probolinggo, Sabtu (18/8), mendadak jadi buah bibir di kalangan warganet. Itu setelah salah satu pesertanya, yakni TK Kartika V 69 mengenakan kostum serba hitam bercadar dan menenteng senjata mainan. Kostum tersebut sudah lama dimiliki oleh TK yang berada di bawah naungan Kodim 0820 Probolinggo tersebut. Kepala sekolah sudah dikenai sanksi pemecatan, terhitung mulai Kamis ini (23/8). Selain itu, polisi juga tidak akan mengusut penyebar video karnaval yang viral tersebut.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi