alexametrics

Hoax Erdogan Mengaji di Hagia Sophia

23 Juli 2020, 05:05:27 WIB

KEPUTUSAN pemerintah Turki memfungsikan kembali Hagia Sophia sebagai masjid ditunggangi kabar palsu. Tiba-tiba saja beredar video Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melantunkan ayat suci Alquran di dalam sebuah masjid. Video tersebut diberi keterangan bahwa kejadian itu terjadi di dalam Hagia Sophia.

Jawa Pos menemukan kabar seperti itu disebarkan ulang oleh halaman Facebook Doa Ibu pada 18 Juli 2020. Dua hari kemudian, video yang sama diunggah kanal YouTube milik Bubuhan Banjar (bit.ly/DiHagiaSophia). Dua akun tersebut sama-sama membubuhkan keterangan bahwa Erdogan sedang membaca ayat-ayat suci Alquran di Masjid Hagia Sophia.

Kabar itu tentu saja janggal. Sebab, pemerintah Turki telah menetapkan bahwa salat perdana di Hagia Sophia baru akan diselenggarakan pada 24 Juli mendatang. Acara tersebut sekaligus menandai perubahan bangunan yang selama ini merupakan museum itu menjadi tempat ibadah bagi umat Islam.

Arsitektur bangunan tempat Erdogan mengaji di tengah ratusan jamaah tersebut sama sekali tidak mirip dengan bangunan kuno Hagia Sophia, yang konstruksi pertamanya dibangun pada 532 Masehi. Malah lebih mirip bangunan masjid era modern dengan tembok-tembok halus bercat putih.

Memanfaatkan situs YouTube DataViewer Amnesty International, video Erdogan mengaji di tengah ratusan jamaah masjid sudah tersebar pada 2019. Salah satunya diunggah kanal YouTube milik A Haber pada 15 Juli 2019. Lokasi masjidnya bukan di Hagia Sophia, melainkan di Masjid Bestepe Millet (Masjid Rakyat), Istana Kepresidenan Ankara, Turki.

”Presiden Recep Tayyip Erdogan membaca Al-Quran di Ankara selama upacara Hatm-iif yang diselenggarakan untuk para martir di Masjid Millet dalam peringatan tragedi 15 Juli,” bunyi keterangan yang ditulis kanal A Haber (bit.ly/PadaJuli2019).

Tragedi 15 Juli yang dimaksud dalam video itu pernah diulas situs milik kantor berita internasional Anadolu Agency (AA) yang bermarkas di Ankara. Isinya tentang kesedihan Duta Besar Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz saat mengisahkan tragedi 15 Juli.

Menurut AA, 15 Juli 2016 merupakan tragedi upaya kudeta yang dilakukan Fethullah Gulen Terrorist Organization alias FETO. Dikisahkan, malam itu sebuah pesawat jet tempur terbang di atas langit Kota Istanbul. Jet tersebut ternyata merupakan bagian dari upaya kudeta terhadap pemerintahan Erdogan.

”Mereka (FETO) menggunakan kekuatan militer untuk melawan masyarakat di jalanan yang mempertahankan negara dan demokrasi di Turki. Mereka mengebom gedung parlemen, kompleks istana presiden, kantor pusat intelijen nasional, dan objek vital lainnya di Turki,” jelas Gurbuz.

FAKTA

Video Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaji direkam di Masjid Bestepe Millet, Istana Kepresidenan Ankara, Turki, pada 15 Juli 2019.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads