alexametrics

Pemakaman Qassem Soleimani Disangka Demo AS

23 Juni 2020, 04:04:50 WIB

ISU teori konspirasi dalam persebaran Covid-19 juga dimanfaatkan para pembuat hoax. Salah satunya dengan memanfaatkan maraknya aksi demo melawan rasisme di AS. Menurut mereka, jika tidak ada lonjakan angka positif di AS pasca berbagai aksi demo yang melibatkan jutaan orang, Covid-19 hanyalah permainan yang diciptakan WHO.

Jawa Pos menemukan narasi semacam itu dibagikan ulang oleh pemilik akun Facebook Adi Ryansyah Dwi Hermanto. Dia juga menyertakan sebuah video jutaan orang memenuhi jalanan kota yang sangat panjang. Video yang diambil dari ketinggian itu diberi narasi yang juga bikin penasaran.

”Jika dalam dua minggu ke depan rakyat Amerika yang melanggar PSBB tidak jadi mayat yang berserakan di jalan, maka saya yakin bahwa ketakutan akan corona itu cuma penipuan yang diciptakan WHO dan di-support media massa,” tulis Adi Ryansyah pada 13 Juni lalu.

Namun, jika video itu diamati lebih teliti, kondisi geografis jalanan kota yang dipenuhi manusia tersebut tidak seperti di AS. Selain ada penampakan gurun, bangunan-bangunan kotanya lebih mirip situasi di Timur Tengah.

Memanfaatkan situs padanan gambar yandex.com, video yang sama lebih dulu diunggah beberapa pengguna Twitter. Salah satunya pemilik akun berbahasa Spanyol, El Pueblo Informa, yang mengunggah video itu pada 6 Januari 2020. Unggahan tersebut jauh sebelum tragedi meninggalnya George Floyd pada 25 Mei 2020 yang memicu gelombang aksi demo di AS.

El Pueblo Informa menjelaskan, lautan manusia dalam video itu adalah pelayat yang mengiringi jenazah Jenderal Qassem Soleimani. ”Ini mungkin salah satu pemakaman paling masif dalam sejarah umat manusia,” tulis akun @EPInforma.

Video serupa diunggah portal berita Turki, ABC Gazetesi. Judul berita itu berbunyi, 1 Juta Orang Menghadiri Pemakaman Qassem Soleimani!. Jenazah pria yang dikenal sebagai pemimpin pasukan Quds Garda Revolusi Iran tersebut dibawa ke Iran untuk dimakamkan. Sekitar satu juta orang datang ke bandara di Kota Ahvaz untuk menyambut pemakaman sang jenderal yang meninggal karena serangan udara AS di Baghdad itu.

Suasana berkabung dan penuh amarah tampak ketika jutaan warga Iran berusaha ikut mengangkat peti mati. Kantor berita semiresmi Iran, ISNA, melaporkan bahwa mereka yang berkumpul di Ahvaz juga meneriakkan kalimat-kalimat tentang kematian bagi Amerika. Anda bisa membacanya di bit.ly/SatuJutaOrang.

FAKTA

Video yang dibagikan ulang akun Facebook Adi Ryansyah Dwi Hermanto bukan aksi demo pasca kematian George Floyd di Amerika Serikat. Melainkan, jutaan rakyat Iran yang menghadiri pemakaman Jenderal Qassem Soleimani.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c7/fat



Close Ads