alexametrics

Terlalu… Orang Meninggal Dijadikan Bahan Hoax

22 November 2019, 21:00:33 WIB

JawaPos.com – Pemakaman orang meninggal pun dijadikan bahan hasutan oleh pembuat hoax. Misalnya, prosesi pemakaman seniman Djaduk Ferianto beberapa waktu lalu. Tiba-tiba, muncul video beberapa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengusung peti jenazah dengan diiringi suara bacaan tahlil. Video itu lantas diberi keterangan bahwa anggota Banser sedang mengusung peti jenazah Djaduk.

’’Kekonyolan baru, seniman Djaduk yang beragama Kristen oleh Banser diusung dengan laa ilaha illalloh. Ini tanda-tanda akhir zaman.’’ Begitu penggalan narasi yang diunggah pemilik akun Hilman Syah. Salah seorang yang menyebar ulang kabar hoax tersebut adalah pemilik akun Facebook LanglangBuana Lali Jeneng (bit.ly/BanserDjaduk).

Suara bacaan tahlil memang terdengar sejak video itu berputar. Beberapa orang dengan memakai seragam loreng tampak mengusung peti mati tersebut. Terlihat jelas tulisan Banser di punggung salah seorang pengusung peti jenazah.

Namun, sudah pasti keliru jika video itu dikaitkan dengan prosesi pemakaman Djaduk. Sebab, seniman asal Jogja tersebut meninggal pada Rabu, 13 November 2019. Sementara itu, video Banser mengusung peti jenazah direkam pada 10 November 2019.

Saat ditelusuri, salah satu adegan dalam video pemakaman itu sama persis dengan foto yang diunggah Radar Kudus (Jawa Pos Group) pada 12 November 2019. Kesamaan terlihat dari bentuk peti jenazah dan pakaian para pengusungnya. Foto itu melengkapi berita berjudul Ditentang Tokoh Agama, Jenazah Fredy Akhirnya Dimakamkan secara Islami.

Diberitakan, jenazah yang diusung anggota Banser tersebut adalah almarhum Fredy Wahyu Nugroho. Sesuai dengan cacatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kudus, warga Purwosari itu menjadi mualaf pada 2012. Namun, saat Fredy meninggal, pihak keluarga pria bernama lengkap Ignatius Fredy Wahyu Nugroho tersebut memakamkan dengan cara Katolik, sesuai agama yang dianut keluarga.

Keluarga Fredy sempat melakukan upacara peribadatan Katolik. Namun, beberapa warga menyarankan agar prosesi pemakaman dilakukan sesuai dengan agama terakhir yang dianut Fredy. Hingga kemudian, pihak keluarga bermusyawarah bersama forkopimda dan instansi terkait. Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Kudus Eko Budhi Santoso akhirnya membacakan hasil putusan rapat yang menyatakan bahwa Fredy akan dimakamkan secara Islami.

Video yang diunggah Hilman Syah itu diambil saat Banser membawa peti mati dari gedung Yayasan Dharma Kudus menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus karena jenazah akan disucikan dan dikafani. Anda dapat membaca berita tersebut selengkapnya di sini.

FAKTA

Dalam video yang diunggah Facebook Hilman Syah, anggota Banser mengusung peti jenazah almarhum Fredy Wahyu Nugroho. Bukan peti jenazah Djaduk Ferianto.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c14/fat



Close Ads