alexametrics

Hoax Pemerintah Tak Lagi Biayai Pasien Covid-19

21 September 2021, 05:48:38 WIB

BEBERAPA waktu terakhir, kabar tentang pemerintah tidak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid-19 menyebar di media sosial. Aturan baru itu disebut berlaku mulai 1 Oktober mendatang dan BPJS hanya akan meng-cover perawatan maksimal Rp 18 juta.

”Ingat, mulai 1 Oktober, pasien Covid tidak ditanggung Kemenkes lagi, BPJS hanya cover maksimal 18 juta! Alternatif lain pake asuransi sendiri. Jaga diri baik-baik.” Begitu bunyi informasi yang menyebar dalam bentuk pamflet digital dan dibagikan ulang oleh sejumlah pemilik akun Facebook (bit.ly/TakDitanggung).

Sayangnya, tidak ada satu pun sumber informasi yang kompeten dalam pamflet tersebut. Selain itu, tidak ada simbol atau logo instansi yang seharusnya bisa menandakan asal informasi tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa biaya perawatan pasien Covid-19 tetap ditanggung pemerintah. Pembiayaan masih berasal dari Kementerian Kesehatan.

”Besaran biaya perawatan pasien tidak benar dibatasi Rp 18 juta. Mekanisme perhitungan penggantian biaya menggunakan metode INA-CBGs dan besarannya bervariasi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, penghentian biaya untuk pasien dilakukan saat masa isolasi dinyatakan selesai. Namun, bila suatu saat ternyata masih diperlukan perawatan lanjutan akibat kondisi komorbid, komplikasi, atau koinsiden, beralih ke sumber pembiayaan lain.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads