alexametrics

Penyebar Hoaks Gagal Paham soal Kedaluwarsa Vaksin

21 Maret 2021, 05:48:48 WIB

ISU tentang vaksin Covid-19 Sinovac yang kedaluwarsa masih beredar di media sosial. Kabar itu menyebutkan bahwa tanggal kedaluwarsa vaksin Sinovac adalah 25 Maret 2021. Karena umur vaksin itu dua tahun, diyakini bahwa vaksin buatan Tiongkok tersebut diproduksi pada Maret 2019 atau sebelum Covid-19 ditemukan.

”Kedaluwarsa katanya. Ngeri ah… Siapa yang menjamin vaksinnya aman?” tulis akun Facebook Bege Sukabumi pada 17 Maret 2021. Dia juga melampirkan capture informasi yang bertajuk Isu Hot buat Partai Oposisi yang Cerdas. Isinya tentang tanggal kedaluwarsa vaksin Sinovac, usia vaksin, dan klaim bahwa sumber informasi itu adalah pejabat dari Kementerian Kesehatan RI (bit.do/DibuatMaret2019).

Kabar bahwa kedaluwarsa vaksin ada yang per tanggal 25 Maret 2021 itu sebenarnya tidak keliru. Namun, Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi memastikan bahwa pemberian vaksin kepada masyarakat tidak akan melewati batas waktu yang berlaku. ”Kami sampaikan bahwa yang akan kedaluwarsa itu merupakan vaksin CoronaVac batch pertama, yaitu 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis,” katanya.

Vaksin CoronaVac itu sudah digunakan untuk 1,45 juta tenaga kesehatan dan 50 ribu petugas pelayanan publik. ”Saat ini vaksin itu sudah habis kita gunakan.”

Dia menambahkan, vaksin CoronaVac yang akan kedaluwarsa disimpan dalam botol kecil atau vial yang isinya untuk satu dosis atau sekali penyuntikan. Berbeda dengan vaksin yang saat ini digunakan untuk lansia (di atas 60 tahun) dan petugas layanan publik lainnya. ”Yang sekarang itu dalam botol besar atau satu vial yang berisi 10 dosis untuk 10 orang,” tuturnya. Anda dapat membacanya di bit.do/UntukMaretHabis.

Lantas benarkah informasi yang menyebutkan bahwa Sinovac diproduksi pada 25 Maret 2019? Situs resmi sinovac.com menyebutkan bahwa perusahaan farmasi Sinovac Biotech Ltd mulai mengembangkan vaksin tersebut pada Januari 2020. Informasi yang lebih detail bisa dilihat di timeline vaksinasi yang diunggah portal The New York Times pada 15 Maret 2021. Di sana dijelaskan, Sinovac dikembangkan mulai Januari 2020. Lalu, uji coba fase pertama dan kedua dilakukan pada Juni 2020, ditujukan kepada 743 sukarelawan dan tidak ditemukan efek samping yang parah.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c7/fat




Close Ads