Video Gempa Palu, tapi Diklaim di Papua Nugini 2022

20 September 2022, 05:48:57 WIB

INFORMASI tentang kondisi bencana acap kali dijadikan bahan untuk menyebarkan informasi keliru. Misalnya, kabar gempa bumi yang terjadi di Papua Nugini pada Minggu (11/9) lalu. Ada akun di Facebook yang menyebarkan informasi terkait gempa bumi di Papua Nugini itu dengan menggunakan video.

”Di Papua Nugini, gempa berkekuatan 7,6 SR menghancurkan jalan, bangunan, dan merusak mobil. Personil dibagikan oleh penghuni di jejaring sosial. Menurut Survei Geologi AS, pusat gempa tercatat sekitar 67 km dari timur kota Kainantu. Tidak ada korban yang dilaporkan secara resmi,’’ tulis akun Facebook Muhamad Riyalda.

Akun tersebut membagikan rekaman amatir yang memperlihatkan jalanan mengelupas. Beberapa kendaraan roda empat terhenti alias tak bisa melintas. Sejumlah tiang listrik pun hampir roboh (cutt.ly/KondisiPapuaNugini).

Jika disaksikan dengan saksama, tentu tak akan terkecoh dengan kondisi tersebut. Sebab, ada satu bangunan yang identik dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Tentu aneh jika rekaman amatir itu diklaim terjadi Papua Nugini.

Berdasar penelusuran, rekaman jalanan rusak dan mengelupas itu terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Rekaman identik tersebut diunggah oleh kanal YouTube HAMDI SM pada 16 Oktober 2018. Judul video itu berbunyi, Earthquake Liquefaction Palu Indonesia terrible!!!!.

Nah, kondisi jalan depan SPBU yang diunggah akun Muhamad Riyalda itu hasil rekaman dari kanal HAMDI SM. Anda dapat mencocokkan kondisi tersebut dengan melihat pada menit ke-3 detik ke-05 di cutt.ly/GempaPalu2018.

Pada faktanya, gempa bumi memang terjadi di Papua Nugini. Beberapa rekaman amatir dan yang telah ditayangkan dalam berita resmi juga memperlihatkan retakan jalan. Tapi, bukan likuefaksi sebagaimana terjadi di Palu pada 2018.

Portal jawapos.com juga mengabarkan bencana gempa di Papua Nugini itu. Gempa dahsyat yang berkekuatan 7,6 magnitudo pada Minggu (11/9) mengakibatkan sedikitnya 5 orang tewas dan beberapa rumah rusak. Perdana Menteri Papua Nugini James Marape membandingkan gempa dahsyat itu dengan gempa bumi 2018 dan serangkaian gempa susulan yang menewaskan sekitar 150 orang.

Namun, skala kerusakan dan jumlah korban akibat gempa itu belum jelas. Sesuai survei geologi Amerika Serikat, gempa tersebut tercatat 67 km sebelah timur Kainantu, Papua Nugini. Pusat gempa berada di kedalaman 61,4 km. Selengkapnya, Anda dapat membacanya di cutt.ly/TimurKainantu.

FAKTA

Video unggahan akun Facebook Muhamad Riyalda itu memperlihatkan kondisi gempa bumi dan likuefaksi di Palu, Sulawesi Tengah, pada 2018.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/jun

Saksikan video menarik berikut ini: