alexametrics

Tidak Ada Dokter yang Meninggal karena Korona di RS Adi Husada

20 Mei 2020, 18:31:31 WIB

JawaPos.com – Pesan terusan atau forward WhatsApp yang berisi setidaknya tiga nama dokter di Surabaya yang disebut meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 tersebar di kalangan masyarakat Selasa (19/5). Dalam pesan itu disebutkan, ada tiga tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit (RS) swasta dan dirawat di RS Adi Husada sebagai pasien korona.

Menanggapi hal tersebut, pihak RS Adi Husada menegaskan bahwa yang beredar itu merupakan kabar palsu. ”Memang ada satu orang dokter yang dirawat di IGD kami, tapi bukan karena Covid-19. Yang bersangkutan meninggal dunia di ruang IGD sebelum sempat menjalani rawat inap,” terang Humas RS Adi Husada Undaan Wetan Johan Soesanto saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin.

Johan menjelaskan, dokter yang dimaksud dibawa ke ruang IGD dini hari (sekitar pukul 01.00 WIB) dan dinyatakan meninggal dunia beberapa jam berselang. Ditanya mengenai penyakit yang diderita dokter tersebut, Johan menolak menjelaskan. Dengan alasan hak dan privasi keluarga almarhum yang belum memberikan izin atau persetujuan, pihaknya tidak bisa membuka identitas dan diagnosis medis pasien. ”Harus ada pernyataan resmi izin dari keluarga untuk itu. Karena berkaitan dengan kode etik medis,” imbuhnya.

Namun, Johan dan pihak RS memastikan bahwa penyebab meninggalnya bukan positif korona. Dia juga tidak membenarkan kabar bahwa ada dua dokter lainnya yang tutup usia di RS itu pada hari yang sama.

Johan menegaskan, tidak tercatat ada dokter yang kemarin berstatus positif korona dan dirawat di ruang isolasi. Juga tidak ada tiga dokter yang meninggal bersamaan di RS Adi Husada Undaan . ”Tidak ada. Hoax itu. Yang benar, hanya ada satu dokter yang meninggal di IGD dan sekali lagi bukan karena korona,” tegasnya.

Kabar tersebut, tandas Johan, merupakan karangan cerita yang dibuat orang lain tanpa konfirmasi jelas. Sehingga memunculkan ketakutan dan kepanikan berlebihan di masyarakat. Dia sendiri mengimbau untuk lebih cerdas dan bijak dalam bermedsos.

”Jangan asal mem-forward pesan. Coba ditelaah dan dipahami dulu. Kita sekarang ini di tengah pandemi. Mudah sekali berkembang cerita seorang dokter meninggal karena Covid-19, padahal karena penyebab lain,” tuturnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hay/c9/git



Close Ads