alexametrics

Hoax Video Lebah Beracun Serang India

20 Mei 2020, 02:30:24 WIB

GABUNGAN video yang memperlihatkan orang berlarian menghindari sengatan lebah marak beredar di media sosial. Video itu kemudian diberi keterangan bahwa warga India diserang lebah beracun pada saat mereka menghadapi pandemi Covid-19.

”ADUH NGERI, di tengah pandemi virus corona …INDIA hadapi wabah serangan LEBAH. Belum tau kebenarannya, ada berita yang mengabarkan bahwa ini adalah lebah beracun.” Begitu keterangan akun Facebook Yudi Prata pada 17 Mei lalu (bit.ly/LebahBeracun).

Video berdurasi 2 menit 19 detik itu terdiri atas beberapa sesi. Tayangan pertama menunjukkan sejumlah orang berlari di jalanan sembari melindungi kepala mereka dari serangan serangga. Sesi selanjutnya memperlihatkan ambulans yang bertulisan Visakha Patnam Steel Plant dan beberapa mobil polisi.

Tayangan lainnya memperlihatkan orang-orang tergeletak di pinggir jalan dengan backsound sirene ambulans. Ada juga adegan puluhan lebah hinggap di kendaraan. Namun, situasinya tanpa suara sirene ambulans dan orang yang tergeletak di pinggir jalan.

Saat ditelusuri menggunakan situs padanan gambar, video yang dibagikan akun Yudi Prata itu merupakan gabungan dari tiga peristiwa yang berbeda. Misalnya adegan orang-orang berlarian karena diserang lebah. Adegan tersebut pernah diunggah akun Twitter OJO VALLENATO OFICIAL dengan keterangan serangan lebah di Amerika Serikat (AS). Tapi, komentarnya menyebut terjadi di Kolombia. Yang pasti, peristiwa itu tidak terjadi di India.

Sementara itu, potongan video tentang lebah-lebah di atas kendaraan ternyata merupakan kejadian di AS. Portal berita richmond.com mengulasnya pada 8 Mei 2020. Mereka menyebut video itu diambil di luar supermarket CTown di Bronx, New York, AS.

Video yang sempat viral di Facebook tersebut diberi keterangan: Murder Hornets, Running Away. Namun, menurut Fausto Urena, seorang warga Bronx, pihaknya merekam video itu pada Selasa (5/5). Kata dia, lebah mulai berkumpul sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Seorang peternak lebah di kawasan tersebut, Alistair Christie, mengatakan bahwa lebah secara alami bertindak seperti itu pada musim semi. ”Lebah madu di video itu hanya berkerumun,” ujar Christie. Menurut dia, peristiwa tersebut merupakan kejadian yang secara alami dilakukan lebah di musim semi untuk berkembang biak. Anda bisa membacanya di bit.ly/LebahBronxAS.

Sementara itu, video yang memperlihatkan kendaraan dengan tulisan Visakha Patnam dan orang tergeletak di jalan pernah diunggah kanal YouTube milik media lokal India Prag News pada 7 Mei 2020. Kejadian itu sama sekali tidak memiliki kaitan dengan serangan lebah beracun, tapi kebocoran gas.

”11 tewas, 1.000 dilaporkan sakit setelah kebocoran gas di sebuah pabrik kimia di Vizag,” bunyi keterangan kanal tersebut. Anda dapat melihatnya di bit.ly/KebocoranGasIndia.

FAKTA

Video yang diunggah akun Facebook Yudi Prata merupakan gabungan tiga peristiwa berbeda. Yang pertama serangan lebah Kolombia. Kedua, ribuan lebah berkerumun di depan supermarket CTown di Bronx, New York, Amerika Serikat. Sedangkan tayangan lainnya memperlihatkan dampak kebocoran gas di Vizag, India.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c9/fat



Close Ads