alexametrics

Produsen Hoaks Kabarkan Gempa Jepang 2021 dengan Video Tsunami 2011

20 Februari 2021, 05:48:47 WIB

GEMPA berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang kawasan timur laut Jepang pada 13 Februari lalu. Tak ada tsunami yang menyertai gempa tersebut. Namun, di media sosial beredar video tsunami yang disebut terjadi di Jepang pada 13 Februari 2021. Bahkan, tsunami itu diklaim muncul setelah terjadi gempa dengan magnitudo 8,9.

”Tsunami di Jepang 13 Feb 2021,” tulis akun Facebook Fitriyani Nurlalela pada 14 Februari lalu sambil mengunggah video dari aplikasi TikTok tentang air laut yang menerjang sebuah kota di tepi pantai. Di video itu terdapat tulisan bahwa tsunami dipicu gempa dengan magnitudo 8,9 di Jepang (bit.do/Tsunami13Februari21).

Video berdurasi 2 menit 41 detik itu tampak direkam dari gedung bertingkat. Menit-menit awal memperlihatkan air laut menyapu segala benda yang dilewatinya. Kemudian, tampak air laut yang awalnya dangkal menjadi tinggi dan menyapu bangunan-bangunan tinggi.

Saat ditelusuri, video serupa pernah diunggah kanal YouTube John9612 pada 30 April 2011. Video berjudul New Tsunami Video: Onagawa engulfed by high water-Japan Earthquake 2011 tersebut diabadikan dari sebuah bangunan di Pelabuhan Onagawa, Prefektur Miyagi, pada 11 Maret 2011. Saat itu, sang juru kamera, Yoshinori Hara, berlari ke atap gedung. Dia melihat air pasang dari tsunami melanda seluruh kota. Bahkan, ketinggian air mencapai lantai empat sebuah gedung bertingkat. ”Duh, tingginya lebih dari 10 meter,” kata Yoshinori Hara. Anda dapat membacanya di bit.do/TsunamiJepang2011.

Bagi sebagian warga Jepang, gempa 13 Februari lalu mengingatkan mereka pada gempa serupa yang terjadi pada 2011. Misalnya, yang diungkapkan Tomoko Kobayashi, seorang pegawai penginapan di Minamisoma, Prefektur Fukushima, Jepang. Bagi pria 68 tahun itu, situasinya seperti deja vu.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menjelaskan, jumlah korban luka akibat gempa 13 Februari lalu mencapai 104 orang. Tetapi, rata-rata hanya terluka ringan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa bencana Sabtu lalu adalah gempa susulan pada 2011. Tidak ada peringatan tsunami dalam bencana tersebut. Selengkapnya Anda dapat membacanya di bit.do/TidakAdaTsunami.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat




Close Ads