alexametrics

Salah Foto Kelumpuhan Wajah karena Vaksin Covid-19

19 Desember 2020, 05:05:15 WIB

KOLASE foto yang memperlihatkan tiga orang mengalami kelumpuhan wajah beredar di media sosial beberapa hari terakhir. Contohnya, pemilik akun Facebook Kandang Bulbi yang menyebar informasi tersebut dengan tautan. Dituliskan, vaksin Covid-19 dapat mengakibatkan wajah lumpuh total.

’’Brita baru lagi nih. Kemaren tewas gegara ujicoba vaksin. Eh sekarang wajahnya lumpuh total gegara vaksin covid 19. Entah ia ato hoak ni. Gktau lah. Hanya allah yg maha tau.’’ Begitu bunyi keterangannya pada 12 Desember 2020. Akun tersebut juga membagikan tautan blog klikshare.info dengan judul 4 orang alami kelumpuhan wajah setelah disuntik vaksin corona (bit.do/LumpuhWajahTotal).

Entah pemilik akun itu telah membaca tautan tersebut atau tidak. Sebab, berita dari blog itu menyebutkan bahwa ada empat orang yang mengalami kelumpuhan wajah. Mereka ditangani Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Namun, sebagian informasi yang beredar membenarkan bahwa kolase foto tiga orang itu merupakan dampak dari suntik vaksin Pfizer.

Benarkah foto dua perempuan dan seorang laki-laki adalah orang yang terdampak bell’s palsy setelah suntik vaksin Pfizer? Memanfaatkan situs padanan gambar, foto itu pernah diunggah situs bestpractice.bmj.com jauh sebelum pelaksanaan vaksinasi. Foto tiga orang itu digunakan sebagai ilustrasi pembahasan tentang diagnosis klinis bell’s palsy. Anda dapat membacanya di bit.do/Diposting2019.

Portal kesehatan nccmed.com juga mengunggah foto tersebut untuk pembahasan tentang bell’s palsy. Tapi, dalam penjelasannya, tidak ada satu pun informasi yang menyebutkan bahwa kelumpuhan wajah disebabkan vaksin korona jenis baru. Anda dapat membaca unggahan Juni 2020 itu di bit.do/TidakDisebabkanVaksin.

Informasi bahwa empat relawan yang wajahnya lumpuh setelah disuntik vaksin Pfizer itu memang benar. Tapi, bukan sebagaimana foto tersebut. Keempatnya juga tidak mengalami lumpuh total.

Situs kesehatan health.com menjelaskan, empat kasus bell’s palsy tersebut merupakan kelumpuhan wajah sementara. Hal itu teridentifikasi pada peserta penelitian yang menerima vaksin. Tapi, satu di antara empat pasien itu telah pulih. Juga tidak ada bukti bahwa vaksin mengakibatkan masalah tersebut.

Baca Juga: Hoax Wajib Karantina saat Masuk Kota Malang

Asisten profesor neurologi di David Geffen School of Medicine di UCLA Jason D. Hinman mengatakan, tidak ada kaitan antara bell’s palsy dan vaksin Covid-19. Menurut dia, kejadian itu normal dalam kasus bell’s palsy yang dapat menimpa 20 orang di antara 100 ribu populasi. ’’Studi Pfizer memeriksa 38 ribu pasien. Jadi, empat kasus bell’s palsy itu dapat disebut normal setelah melalui pengamatan,’’ katanya.

FAKTA

Foto tiga orang yang diklaim sebagai peserta suntik vaksin Pfizer dan mengalami bell’s palsy itu menyesatkan. Foto tersebut pernah beredar pada 2019, jauh sebelum vaksinasi. Beberapa ahli menyatakan, tidak ada hubungan antara vaksin dan kelumpuhan otot wajah.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c19/fal


Close Ads