alexametrics

Berita Palsu Tuduh Menag Fachrul Razi Mengganti Ayat Alquran

19 November 2019, 20:35:29 WIB

JawaPos.com – Ide-ide Fachrul Razi sebagai menteri agama dalam mencegah paham radikal tak lepas dari sorotan publik. Tak terkecuali sorotan dari para pembuat hoax yang tujuannya membuat gaduh. Contohnya, purnawirawan jenderal TNI itu dikabarkan akan mengubah ayat-ayat Alquran oleh sebuah blog pemburu klik.

Cegah ”Radikalisme”, Menag akan Ganti Ayat-Ayat Alquran? begitu judul berita yang diunggah blog Tribunind.blogspot.com. Netizen yang asal menelan informasi pun langsung menyebarkan kabar itu sambil menuliskan komentar miring.

Jawa Pos menemukan informasi tersebut di berbagai grup Facebook. Salah satunya disebar pemilik akun Alli Hanafiah (bit.ly/RubahAyat). ”Saraaaf….??” begitu komentar Alli pada 15 November 2019 sembari membagikan ulang unggahan Emizet Yanto yang lebih dulu menyebar.

Sebelum tautan itu dihapus, Jawa Pos sempat melakukan tangkapan gambar dan membaca isi berita dari blog yang kerap menyebarkan berita bohong itu. Berdasar penelusuran, isi beritanya mencuri dari portal berita Tirto.id. Namun, pemilik blog melakukan sejumlah perubahan agar sesuai dengan judul yang menghasut.

Salah satu perubahan isi berita ada di paragraf pertama. Disebutkan bahwa Kementerian Agama berencana mengganti buku pendidikan agama Islam serta sedikit revisi ayat-ayat Alquran di seluruh Indonesia. Padahal, isi artikel yang ditulis Tirto tidak seperti itu.

Versi asli beritanya berjudul, Cegah ”Radikalisme”, Kemenag Akan Ganti Buku Pendidikan Agama Islam. Berita yang terbit pada 11 November itu menjelaskan bahwa Kementerian Agama berencana mengganti buku pendidikan agama Islam di seluruh Indonesia. Tujuannya, menurut Kemenag, demi mencegah penyebaran radikalisme maupun intoleransi di tengah masyarakat.

”Kami melakukan penulisan ulang terhadap buku-buku agama di sekolah kita di seluruh Indonesia. Insya Allahtahun ini selesai,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. Anda dapat membaca berita aslinya di sini.

Rencana mengganti buku pendidikan Agama Islam oleh Kemenag itu juga menuai beragam tanggapan. Salah satunya dari anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf. Dia menanggapi langkah Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencegah radikalisme menyusup ke dunia pendidikan.

Bukhori mengingatkan agar kemenag tidak melampaui batas dalam merevisi buku-buku tersebut. Juga menyarankan Kemenag untuk mengadakan diskusi dengan jumhur ulama terlebih dahulu. Agar mendapat satu penafsiran yang tidak sepihak terkait materi-materi yang akan dituliskan.

”Kalau cara revisinya dalam rangka mereduksi penafsiran sepihak, lalu mengambil penafsiran mayoritas jumhur ulama, saya kira masih bisa dimengerti,” kata Bukhori. Selengkapnya, Anda dapat membaca berita dari JPNN.

FAKTA

Berita tentang Menag Fahrul Razi yang diunggah blog Tribunind.blogspot.com itu berasal dari portal berita Tirto.id. Namun, sebagian isinya diubah. Isu tentang mengganti buku pendidikan agama Islam diubah dengan mengganti ayat-ayat Alquran.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zam/c6/fat



Close Ads